Universitas Budi Luhur Menyapa Suku Anak Dalam

Kompas.com - 17/11/2018, 21:42 WIB
Universitas Budi Luhur Jakarta dan Yayasan Orang Rimbo Kito Jambi melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman pada Sabtu, 17 Nopember 2018. Dok. UBLUniversitas Budi Luhur Jakarta dan Yayasan Orang Rimbo Kito Jambi melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman pada Sabtu, 17 Nopember 2018.

KOMPAS.com -  Universitas Budi Luhur Jakarta dan Yayasan Orang Rimbo Kito Jambi melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman, Sabtu, 17 Nopember 2018, di Rektorat Universitas Budi Luhur, Jakarta.

Pihak Universitas Budi Luhur diwakili Deputi Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Wendi Usino sedangkan pihak Yayasan Orang Rimbo Kito Jambi diwakili Ketua Dewan Pembina Teguh Suhendro yang adalah Kepala Kejaksaan Negeri Tebo, Jambi.

Kerjasama dilakukan berupa kolaborasi program kedua belah pihak. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Budi Luhur dan Program Jaksa Masuk Rimba berkaitan dengan pembinaan Suku Anak Dalam di wilayah Jambi.

Baca juga: Kelompok Kerja Guru Mandiri Melawan Efek Mattew di Kaltara

 

Program akan dilaksanakan di lapangan pada Desember 2018 - Januari 2019 di 3 desa wilayah Sungai Alai, Kecamatan Tebo Tengah, Jambi.

Dalam kunjungan ke Universitas Budi Luhur, pihak Kejaksaan Negeri Tebo juga melakukan pembekalan/orientasi kepada 30 mahasiswa dan dosen yang akan diterjunkan ke lapangan.

Pembekalan disampaikan terutama pengenalan budaya dan cara-cara pendekatan kepada Suku Anak Dalam. Teguh Suhendro menyampaikan, “Pembekalan ini penting dilakukan karena budaya dan cara pendekatan kepada Suku Anak Dalam ini akan sangat menentukan keberhasilan Program."

Universitas Budi Luhur Jakarta dan Yayasan Orang Rimbo Kito Jambi melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman pada Sabtu, 17 Nopember 2018. Dok. UBL Universitas Budi Luhur Jakarta dan Yayasan Orang Rimbo Kito Jambi melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman pada Sabtu, 17 Nopember 2018.

Dalam kesempatan ini, Deputi Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Wendi Usino menyampaikan, “Kerjasama ini merupakan salah satu wujud kepedulian Universitas Budi Luhur kepada pendidikan anak-anak negeri."

Ia menambahkan, wujud kepedulian lain sudah dan masih dilakukan adalah Program Beasiswa Nusantara sejak tahun 2004.

Sedangkan Ketua Pusat Studi Kebudiluhuran Yusran, menyampaikan, “Saat ini terdaftar 43 mahasiswa Beasiswa Nusantara yang aktif kuliah di Universitas Budi Luhur berasal dari Pulau Nias, Padang Sumatera Barat, Murungraya Kalimantan Barat, Pangkalan Bun Kalimantan Tengah, Sampit Kalimantan Tengah, Tana Toraja Sulawesi Selatan, Palu Sulawesi Tengah.”

Yusran mengatakan pada tahun 2018 ini telah dibawa ke Jakarta 2 calon mahasiswa dari Suku Pedalaman Dayak dan 3 dari Gunung Sitoli untuk orientasi terhadap kehidupan Jakarta.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X