Kompas.com - 09/12/2018, 20:57 WIB
Menteri Pendidikan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, saat membuka Dialog Kebijakan PAUD dan Pendidikan Keluarga, di Bandung, Jawa Barat (7/12/2018). Dok. KemendikbudMenteri Pendidikan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, saat membuka Dialog Kebijakan PAUD dan Pendidikan Keluarga, di Bandung, Jawa Barat (7/12/2018).

KOMPAS.com - Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan pendidikan keluarga menjadi kian penting di era teknologi saat ini. Oleh karena itu, para orangtua harus membekali putra-putri mereka dengan ilmu pengetahuan dan karakter yang baik sejak usia dini.

“Saya tekankan bahwa PAUD adalah pertama sekali merupakan tanggung jawab keluarga. Jadi jangan sampai ketika dibangun PAUD-PAUD, keluarga-keluarga merasa bebas karena PAUD ini hanya untuk menopang fungsi peranan keluarga," tegas Menteri Pendidikan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, saat membuka Dialog Kebijakan PAUD dan Pendidikan Keluarga, di Bandung, Jawa Barat (7/12/2018).

Pendidikan untuk orangtua

Mendikbud menambahkan, oleh karena itu sebenarnya pendidikan terhadap orangtua di PAUD itu sangat penting.

"Kalau bisa 10 persen pertemuan di PAUD untuk orangtua dari siswa yang belajar di PAUD agar mereka bisa merawat dan menanamkan nilai kepada anaknya ketika anak berada di lingkungan keluarga sehari-hari,” lanjut Muhadjir seperti dikutip dari laman resmi Kemendikbud.

Baca juga: Menanamkan Pendidikan Karakter lewat Penelitian

Mendikbud mengatakan, ada 3 taksonomi di bidang pendidikan, yakni informal, formal, dan non formal. Dilihat dari sasarannya ada afektif, kognitif, dan psiko motorik. Sedangkan dari lingkungan, terbagi atas keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Tiga dimensi ini saling beririsan. Walaupun secara konseptual bisa dipilah tetapi di dalam praktiknya saling beririsan dan tetap memiliki titik tekan, misalnya untuk pendidikan informal, lebih banyak berlaku di lingkungan keluarga," ujarnya.

Penanaman nilai di keluarga

Dan yang menjadi pesan dalam pendidikan informal adalah penanaman nilai.  lanjut Mendikbud.

Ditambahkan Mendikbud, pendidikan formal merupakan domain sekolah, yang menanamkan aspek kognitif (pengetahuan). Sedangkan pendidikan non formal merupakan domain masyarakat yang menekankan pada psiko motorik.

“Jadi sekolah sebenarnya juga terlalu berat apabila dibebani untuk menanamkan nilai karena lebih untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman-pengalaman dasar. Sedangkan kalau di masyarakat, bentuk pendidikan yang bagus adalah bentuk-bentuk keterampilan, kursus-kursus,” kata Mendikbud.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD Dikmas) Kemendikbud, Harris Iskandar, dalam laporannya mengatakan, Dialog Kebijakan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Keluarga Tahun 2018 mengusung tema "Mewujudkan PAUD yang Berkualitas, Inklusif, dan Berkesetaraan".

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.