Kompas.com - 20/12/2018, 17:33 WIB

KOMPAS.com - Mahasiswi Institut Teknologi Bandung, Vioni Giovanni, berhasil meraih prestasi pada Lomba Debat dan Esai Nasional diselenggarakan Jurusan PGSD-UPI.

Lewat esai berjudul “Revitalisasi Pendidikan dalam Evaluasi Belajar Siswa Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah untuk Menyongsong Indonesia Emas 2045”, Vioni menyabet peringkat 1 pada perlombaan yang diadakan 29 November 2018–2 Desember 2018 ini.

Lomba tersebut merupakan lomba esai pertama bagi Vioni. Walau begitu, ia langsung berhasil menyabet peringkat 1. Esai ditulis mahasiswa Manajemen ITB 2017 ini mengusung ide besar permasalahan “nilai merah” dan kenaikan kelas di sekolah.

Menyoal nilai KKM

Dilansir dari laman resmi ITB, Vioni merasa keputusan ketika sekolah menggagalkan kenaikan kelas seorang siswa karena jumlah nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) lebih dari dua mata pelajaran merupakan keputusan kurang tepat.

“Kenaikan kelas seolah-olah sangat bergantung pada beberapa mata pelajaran khusus, padahal kita tidak bisa melupakan bahwa kinerja guru juga harus dijadikan faktor, belum lagi kalau dia punya keaktifan di luar akademik,” jelasnya.

Baca juga: ITB Buka 3 Jalur Penerimaan Mahasiswa 2019, Ini Kriteria dan Syaratnya

Dengan latar belakang seperti itu, Vioni menyodorkan sebuah ide pemanfaatan MOOC (Massive Online Open Course) dalam kerja sama di sekolah–sekolah untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Ide ini adalah konsep kolaborasi antara MOOC/bimbingan belajar daring (online) yang lebih murah dari bimbingan belajar konvensional untuk melaksanakan semester perbaikan.

Semester perbaikan yang dimaksud adalah sebuah semester tambahan pada masa liburan sekolah yang boleh diikuti siswa yang belum lulus sesuai KKM. Di masa tambahan inilah, MOOC bisa banyak berkontribusi dengan kerja sama kurikulum terhadap sekolah dan penyelarasan jadwal.

Akselerasi pembelajaran

Bimbingan belajar daring selain murah, juga unggul dalam sistem mengajar video interaktif yang bisa siswa ulang berkali-kali bila merasa masih belum paham. Bahkan MOOC bisa menyediakan soal dan solusi yang real time.

“Karena itu saya merasa bahwa kehadiran MOOC tidak akan memberikan kerugian apapun, malah ini mempercepat akselerasi siswa dalam belajar," tambahnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.