Fokus Pendidikan Karakter bagi Siswa SLB

Kompas.com - 19/01/2019, 20:13 WIB
Ilustrasi. Pendidikan Karakter Dok. Dinas Pendidikan Jawa BaratIlustrasi. Pendidikan Karakter

KOMPAS.com - Pemerintahan melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mencanangkan program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) bagi pelajar guna menumbuhkan generasi cerdas dan berkarakter.

Program ini juga ditujukan bagi siswa sekolah luar biasa ( SLB). Tahap awal pendidikan karakter bagi mereka adalah mengenalkan dan mengajarkan cara meluapkan emosi.

Hal tersebut diungkapkan psikolog pendidikan, Ifa Hanifah Misbach dalam Pendampingan Implementasi Pendidikan Berbasis Nilai dan Kegiatan Penyusunan Bahan Ajar dan Penilaian untuk Guru SLB Gugus Kota Bandung di SLB A Kota Bandung Rabu, (16/1/2019).

Baca juga: Pendidikan Karakter Antikorupsi Diharap Sentuh Ruang Keluarga dan Kelas

 

Dalam kegiatan yang diikuti 45 SLB kota Bandung ini, Ifa mengatakan, mengenalkan beraneka macam emosi adalah langkah awal yang harus dilakukan guna menerapkan pendidikan karakter kepada siswa luar biasa.

Pengenalan emosi

 

"Komunikasi pertama adalah pengenalan emosi, kita harus buat mereka jujur dengan perasaanya sendiri," tutur psikolog lulusan Universitas Pendidikan Indonesia seperti dikutip dari laman resmi Dinas Pendidikan Jawa Barat

Namun Ifa juga mengimbau agar proses penuangan emosi tersebut harus didampingi oleh para guru agar kadar, tempat dan caranya dilakukan dengan tepat.

"Setiap emosi memiliki vibrasinya masing-masing, guru harus memahami itu agar mampu menangani karakter siswa dengan baik,” tambahnya.

Ia mengatakan, pendidikan karakter tidak bisa dilihat, namun bisa dirasakan sehingga penilaian kognitif tidak lagi menjadi acuan kecerdasan siswa.

Iklas dan empati

 

“Nilai di rapot hanya angka, dan pendidikan karakter itu bersifat abstrak, jadi guru jangan hanya mengacu kepada nilai,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dewi Sartika mengajak seluruh tenaga pendidik sekolah luar biasa agar terus meningkatkan komptensi.

“Saya yakin guru-guru di SLB adalah guru yang luar biasa keikhlasannya dan empatinya. Dengan segala sarana dan prasana yang ada, mereka mampu meciptakan siswa yang baik dan berprestasi,” tuturnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X