Kompas.com - 19/01/2019, 21:18 WIB
Menristekdikti saat memberi kuliah umum di hadapan mahasiswa Bidikmisi Universitas Tanjungpura (Untan), Jumat (18/1/2019) di Gedung Konferensi Untan, Pontianak. Dok. KemenristekdiktiMenristekdikti saat memberi kuliah umum di hadapan mahasiswa Bidikmisi Universitas Tanjungpura (Untan), Jumat (18/1/2019) di Gedung Konferensi Untan, Pontianak.

KOMPAS.com - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mendorong sejak berkuliah mahasiswa harus banyak melihat inovasi di negara lain agar dapat memproduksi produk yang lebih baik di dalam negeri.

Hal ini disampaikan Menristekdikti saat memberi kuliah umum di hadapan mahasiswa Bidikmisi Universitas Tanjungpura (Untan), Jumat (18/1/2019) di Gedung Konferensi Untan, Pontianak.

Nasir menjelaskan ada dua cara pandang pengembangan inovasi yaitu "global to local" dan "local to global".

Hal ini bertujuan untuk membuka berbagai peluang global termasuk mempelajari inovasi dari luar negeri demi membuka usaha berfokus ekspor.

Inovasi lewat teknologi informasi

“Untuk membangun (produk) dalam negeri, kita perlu melihat ilmu pengetahuan yang berkembang di dunia. Kalau kita dalam ilmu pengetahuan selalu berpikir global to local,” ungkap Menristekdikti dikutip dari laman resmi Kemenristekdikti.

Baca juga: Mahasiswa Zaman Now Berinvestasi, Pahami 4 Hal Dasar Ini

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Nasir menjelaskan cara pandang global to local hanya berlaku dalam belajar dari negara lain, namun tidak untuk berbisnis.

“Kalau kita membangun industri Indonesia, harus (berpikiran) local to global. Jangan kita global to local, kita impor terus. Tapi kalau kita local to global, bagaimana kita ekspor produk,” ungkap Nasir.

Nasir meyakini mahasiswa sekarang dapat mempelajari produk inovatif dari luar negeri dengan teknologi informasi sehingga mereka tidak bisa hanya melihat peluang dan inovasi di kota atau perguruan tingginya sendiri.

“Anda tidak hanya akan di Pontianak saja. Jangan berpikiran aku hidup mati harus di Pontianak, jangan. Anda akan jadi orang global. Sekarang Anda sudah pakai handphone semua. Komunikasi Anda sudah global,” ungkap Nasir di hadapan sekitar 150 mahasiswa Untan.

Berani ambil resiko

Nasir mendorong mahasiswa yang ada di Untan untuk melanjutkan berkuliah ke luar negeri agar dapat menerapkan inovasi yang sudah dipelajari dari negara lain tersebut.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.