Hore, Program "Kirim Buku Gratis" Kembali Berjalan!

Kompas.com - 24/01/2019, 21:17 WIB
Sebagai upaya mendukung Gerakan Literasi Nasional (GLN), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan PT. Pos Indonesia (Persero) melakukan kerjasama untuk kembali menjalankan program Kirim Buku Gratis. Dok. KemendikbudSebagai upaya mendukung Gerakan Literasi Nasional (GLN), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan PT. Pos Indonesia (Persero) melakukan kerjasama untuk kembali menjalankan program Kirim Buku Gratis.

KOMPAS.com -  Angin segar bagi tumbuhnya gerakan literasi nasional kembali berhembus dengan dihidupkannya kembali program " Kirim Buku Gratis" yang sempat dihentikan sementara.

Program yang sudah berjalan sejak Mei 2017 dan diumumkan langsung Presiden Joko Widodo dihentikan sementara lantaran PT Pos terkendala masalah pendanaan.

Sebagai upaya mendukung Gerakan Literasi Nasional (GLN), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) dan PT. Pos Indonesia (Persero) melakukan kerjasama untuk kembali menjalankan program ini.

“Dengan adanya kepastian payung hukum kerja sama antara Kemendikbud dengan PT. Pos Indonesia, program yang telah direncanakan oleh Bapak Presiden tahun lalu dapat segera dilaksanakan tanpa hambatan," ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Mendikbud), Muhadjir Effendy dalam sambutan usai penandatangan nota kesepahaman tersebut, di kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Rabu (23/01/2019).

Kerjasama Kemendikbud dan PT Pos

Ia menambahkan, "Tentu saja bisa lebih berkembang, baik dari segi volume pengiriman maupun cakupan atau coverage nya.”

Nota kesepahaman ditandatangani Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Didik Suhardi, dan Direktur Utama PT Pos Indonesia, Gilarsi W. Setijono.

Baca juga: Program Kirim Buku Gratis Distop PT Pos karena Terganjal Pendanaan

 

Kerjasama ini memuat mengenai cakupan tugas dan ruang lingkup kerja sama kedua belah pihak antara Kemendikbud dan PT Pos Indonesia. 

Kemendikbud mempunyai tugas dan tanggung jawab:

  • Memetakan dan menyerahkan daftar penerima buku kepada PT Pos.
  • Menentukan lokasi penerimaan buku, menerima dan menyeleksi buku dari donatur, mengemas buku dalam paket siap kirim.
  • Menginformasikan kepada PT Pos terkait waktu dan tempat pengambilan buku.
  • Menyosialisasikan program pengiriman buku dalam pelaksanaan Gerakan Literasi Nasional.

PT Pos sendiri mempunyai tugas dan tanggung jawab:

  • Menerima daftar penerima buku dari Kemendikbud.
  • Mengambil paket buku sesuai waktu dan tempat pengambilan buku yang ditetapkan.
  • Mengirimkan buku pada tanggal 17 setiap bulannya sesuai daftar penerima buku yang ditetapkan.
  • Menyosialisasikan program pengiriman buku dalam pelaksanaan Gerakan Literasi Nasional.
  • Menyediakan fasilitas dan melaporkan hasil pelaksanaan pengiriman buku yang berlaku.

Nota Kesepahaman ini rencananya akan berlaku untuk jangka waktu 4 (empat) tahun.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X