Pemerataan Kesehatan lewat Program Satu Provinsi Satu Prodi Kedokteran

Kompas.com - 25/01/2019, 21:52 WIB
Menristekdikti dalam acara Penyerahan Surat Keputusan (SK) Izin Penyelenggaraan Program Studi Kedokteran dan peresmian gedung baru Universitas Negeri Gorontalo, 24 Januari 2019. Dok. KemenristekdiktiMenristekdikti dalam acara Penyerahan Surat Keputusan (SK) Izin Penyelenggaraan Program Studi Kedokteran dan peresmian gedung baru Universitas Negeri Gorontalo, 24 Januari 2019.

KOMPAS.com - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi ( Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan agar kualitas dan kuantitas SDM kesehatan merata di Indonesia, setiap provinsi minimal memiliki satu perguruan tinggi dengan program studi kedokteran.

Hal tersebut disampaikan Menristekdikti dalam acara Penyerahan Surat Keputusan (SK) Izin Penyelenggaraan Program Studi Kedokteran di Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

SK ini diserahkan Menristekdikti kepada Rektor UNG Syamsu Qamar Badu pada saat kuliah umum Menristekdikti bersama mahasiswa dan civitas akademika UNG di Auditorium UNG pada Kamis (24/1/2019).

Satu provinsi, satu prodi kedokteran

“Izin prodi kedokteran ini saya serahkan sebagai upaya Kemristekdikti membangun SDM kesehatan di Gorontalo yang ke depan diharapkan mampu meningkatkan pelayanan kesehatan di wilayah Gorontalo,” jelas Nasir seperti dikutip dari siaran pers Kemenristekdikti.

Baca juga: Meruntuhkan Tembok Pembeda Perguruan Tinggi Swasta dan Negeri

Sebagai salah satu perguruan tinggi negeri yang berkembang pesat UNG berhasil penuhi syarat membuka prodi kedokteran dengan menjadi perguruan tinggi memiliki akreditasi A.

Menristekdikti menjelaskan bahwa penyerahan izin penyelenggaraan prodi kedokteran di UNG ini merupakan upaya Kemristekdikti untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di wilayah Gorontalo. 

“Setiap Provinsi di Indonesia harus ada minimal satu perguruan tinggi yang memiliki Prodi Kedokteran, sebagai upaya pemerataan tenaga kesehatan di Indonesia yang masih kurang,” tutup Menristekdikti.

Pembangunan infrastruktur dan SDM

Pada saat yang sama, Menristekdikti juga meresmikan gedung baru UNG yang didanai Islamic Development Bank (IsDB).

Di lokasi baru UNG dibangun 13 gedung terdiri atas ruang kuliah, ruang kantor, dan laboratorium yang akan ditempati oleh 4 fakultas yakni Fakultas Teknik, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Pertanian, Fakultas Sastra dan Budaya serta Fakultas Perpustakaan.

Menteri Nasir mengatakan bahwa pembembangan sumber daya manusia (SDM) harus didukung dengan pembangunan infrastruktur kuat. Dengan fasilitas kampus seperti laboratorium, perpustakaan, ruang kuliah dan fasilitas lainnya yang mumpuni dan sesuai dengan tuntutan era Revolusi Industri 4.0, maka Tri Dharma Perguruan tinggi di UNG dapat berjalan secara optimal.

Ia menggaris bawahi agar UNG memanfaatkan fasilitas baru secara baik, terutama untuk menghasilkan inovasi melalui penelitian yang memiliki dampak bagi kemajuan bangsa.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X