Kompas.com - 29/01/2019, 14:57 WIB
Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi menggelar acara Bedah Kinerja 2018 dan Fokus Kinerja 2019 mengangkat tema Penyiapan SDM Milenial Indonesia Kreatif, Inovatif dan Berdaya Saing Tinggi. Dok. Kompas.comKementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi menggelar acara Bedah Kinerja 2018 dan Fokus Kinerja 2019 mengangkat tema Penyiapan SDM Milenial Indonesia Kreatif, Inovatif dan Berdaya Saing Tinggi.

KOMPAS.com - Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi menggelar acara "Bedah Kinerja 2018 dan Fokus Kinerja 2019" mengangkat tema "Penyiapan SDM Milenial Indonesia Kreatif, Inovatif dan Berdaya Saing Tinggi".

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir dan para Eselon I Kemenristekdikti dengan Sekretaris Jenderal Ainun Na’im sebagai moderator hadir dalam acara yang berlangsung di Gedung Kemenristekdikti, Jakarta (28/1/2019) ini. 

Berikut 7 capaian Kemenristekdikti tahun 2018 yang disampaikan oleh Menristekdikti kepada media:

6. Jumlah Publikasi Internasional 

Selama 4 tahun sejak 2015 hingga 2018, pertumbuhan publikasi internasional Indonesia mencapai 263,27 persen. Publikasi internasional Indonesia pada 2015 mencapai 8.263 artikel ilmiah (peringkat 4 Asia Tenggara).

Tahun 2016 jumlah tersebut meningkat 48,79 persen menjadi 12.295 artikel ilmiah (peringkat 4 Asia Tenggara). Pada 2017, publikasi internasional Indonesia meningkat 64,61 persen menjadi 20.239 (peringkat 3 Asia Tenggara, mengalahkan Thailand).

Baca juga: 9 Hasil Capaian Kemenristekdikti 2018 (1)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada 2018, dengan pertumbuhan 48,31, Indonesia akhirnya dapat menduduki peringkat 2  Asia Tenggara, mengalahkan Singapura dengan jumlah publikasi internasional mencapai 30.017. Pada tahun 2019, Indonesia menargetkan menggantikan Malaysia menjadi negara Asia Tenggara dengan jumlah publikasi internasional terbanyak.

7. Angka hasil penelitian dan paten

Paten domestik (dalam negeri) yang didaftarkan di Indonesia dibandingkan paten domestik yang didaftarkan di negara-negara ASEAN terus meningkat.

Dari peringkat ketiga pada 2015, Indonesia kini menjadi negara di ASEAN dengan paten domestik tertinggi. Pada 2015 paten domestik Indonesia mencapai 1.058 paten (peringkat 3 ASEAN). Pada 2016 paten domestik Indonesia meningkat 43 paten menjadi 1.101 (peringkat ketiga).

Pada 2017 peningkatan tajam sekitar 1.100 paten dicatatkan di Indonesia. Totalnya pada 2017, Indonesia mencatatkan paten domestik berjumlah 2.271 (peringkat pertama, mengalahkan Singapura dan Malaysia).

Peringkat pertama jumlah paten dalam negeri masih dimiliki Indonesia pada 2018 dengan peningkatan angka paten sekitar 500, yang menjadikan angka paten domestik Indonesia mencapai 2.842 (peringkat pertama).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.