Dorong Kompetensi Guru, JIS akan Gelar Lokakarya "Ayo Terus Belajar!"

Kompas.com - 05/02/2019, 21:45 WIB
Ilustrasi. Innovative School Programme yang diadakan Jakarta Intercultural School (JIS)Dok. JIS Ilustrasi. Innovative School Programme yang diadakan Jakarta Intercultural School (JIS)

 

KOMPAS.com - Jakarta Intercultural School (JIS) akan menggelar lokakarya guru mengangkat tema "Ayo Terus Belajar" pada 9 Februari 2019 di kampus JIS, Jakarta.

Acara ini merupakan kerjasama antara JIS dan Yayasan Emmanuel, Mentari Intercultural School Jakarta, Dinas Pendidikan DKI Jakarta, serta sekolah-sekolah anggota Association of National and Private Schools (ANPS). 

Kegiatan "Perayaan Tahunan Pertama dan Lokakarya Komunitas Innovative School Programme" mengundang kembali para alumni program Innovative School Programme yang terdiri atas para guru dan kepala sekolah dari sekolah-sekolah di Jakarta.

Baca juga: 3 Hal Ini Jadikan Guru Tidak Tergantikan Teknologi

 

Mereka akan menghadiri 19 workshops satu hari dan dibimbing 35 pengajar yang sebagian besar merupakan guru JIS.

Para peserta berasal dari Sekolah Dasar Negeri (SDN), Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN), Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Jakarta.

Metode pengajaran modern

Ilustrasi. Innovative School Programme yang diadakan Jakarta Intercultural School (JIS)Dok. JIS Ilustrasi. Innovative School Programme yang diadakan Jakarta Intercultural School (JIS)

“Kami sangat antusias dengan perayaan pertama ini. Kami yakin para peserta dan pembimbing juga akan sangat bersemangat karena workshop satu hari ini sangat inspiratif dengan materi yang sangat relevan dengan kebutuhan murid dan guru saat ini,” ujar Dyah Lestarina, Communications Manager JIS.

Pada workshops ini, peserta akan mengikuti kelas dengan beragam topik menarik antara lain Manajemen Ruang Kelas, Belajar lewat Bermain, Peningkatan Mutu Pembelajaran di SD, Kelas Kinestetik, Bijak Memilih Produk Ramah Lingkungan dan masih banyak lagi.

Innovative Schools Programme (ISP) bertujuan membantu guru menyampaikan kurikulum kepada murid dengan menggunakan metode modern tanpa mengubah kurikulum sudah ada.

Program ISP dikembangkan JIS dan para mitra sejak 2013. Dengan metode modern, para pengajar JIS berbagi pengetahuan internasional mereka tentang cara dan praktik mengajar yang menarik sehingga menciptakan suasana pembelajaran interaktif, memotivasi dan berpusat pada siswa.

Sertifikasi kompetensi guru

Innovative School Programme yang diadakan Jakarta Intercultural School (JIS).Dok. JIS Innovative School Programme yang diadakan Jakarta Intercultural School (JIS).

Hingga saat ini, ISP telah mencetak 509 lulusan yang terdiri dari pengajar di sekolah negeri dari 84 SD dan SLB di Jakarta. “

Salah satu workshop di ISP ini adalah cara mengajar matematika dengan cara menyenangkan.

"Saya memang ingin agar anak-anak tidak memandang mata pelajaran ini sulit tetapi justru senang. Dengan metode belajar sambil bermain yang kami pelajari di ISP, saya mendapat banyak sekali ilmu di sini,” ujar Nanik Setyowati, Kepala Sekolah SDN Lebak Bulus 04 Pagi, Jakarta Selatan.

Hal senada disampaikan Linda Khairunnisa, guru SDN 01 Gambir, Jakarta Pusat, “Saya merasakan banyak manfaat dari ISP. Saya jadi bisa kembangkan pengetahuan mengajar saya dan dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah, bahkan untuk anak-anak saya di rumah.”

Setelah menyelesaikan program, peserta menerima sertifikat dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta saat upacara wisuda. Sertifikat ini memberikan poin yang dapat meningkatkan gaji guru dan atau mempersiapkan mereka posisi yang lebih tinggi dalam pendidikan.



Terkini Lainnya

Ahli Prabowo-Sandi Sebut Ada 27 Juta 'Ghost Voters' Dalam Pemilu 2019

Ahli Prabowo-Sandi Sebut Ada 27 Juta 'Ghost Voters' Dalam Pemilu 2019

Nasional
Demi Sekolah, Anak-anak di Pedalaman Flores Harus Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai

Demi Sekolah, Anak-anak di Pedalaman Flores Harus Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai

Regional
Ahli 02: Di Situng, Suara Prabowo-Sandi Turun, Jokowi-Ma'ruf Selalu Naik

Ahli 02: Di Situng, Suara Prabowo-Sandi Turun, Jokowi-Ma'ruf Selalu Naik

Nasional
Gempa 6,3 SR Guncang Sarmi Papua, Warga Sempat Panik Keluar Rumah

Gempa 6,3 SR Guncang Sarmi Papua, Warga Sempat Panik Keluar Rumah

Regional
Kejanggalan PPDB 2019 di Bandung, 8 Siswa Pendaftar SMA Favorit Beralamat Sama

Kejanggalan PPDB 2019 di Bandung, 8 Siswa Pendaftar SMA Favorit Beralamat Sama

Regional
Masuk Ancol Gratis Saat HUT DKI, Ini Aktivitas yang Bisa Dilakukan

Masuk Ancol Gratis Saat HUT DKI, Ini Aktivitas yang Bisa Dilakukan

Megapolitan
Fakta Rekonstruksi Pembunuhan Sadis di Cianjur, Berawal dari Knalpot Bising hingga Korban Kebal Dibacok

Fakta Rekonstruksi Pembunuhan Sadis di Cianjur, Berawal dari Knalpot Bising hingga Korban Kebal Dibacok

Regional
7 Fakta Polemik Sistem Zonasi PPDB 2019, Desak Jokowi Copot Mendikbud hingga Sejumlah Sekolah Kekurangan Siswa

7 Fakta Polemik Sistem Zonasi PPDB 2019, Desak Jokowi Copot Mendikbud hingga Sejumlah Sekolah Kekurangan Siswa

Regional
Pembunuhan Khashoggi, Pakar PBB Minta Putra Mahkota Saudi Disanksi

Pembunuhan Khashoggi, Pakar PBB Minta Putra Mahkota Saudi Disanksi

Internasional
Kasus Dugaan Korupsi, Jaksa Agendakan Periksa Kepala Satpol PP Maluku

Kasus Dugaan Korupsi, Jaksa Agendakan Periksa Kepala Satpol PP Maluku

Regional
Berbekal Dokumen RDP DPR, Pihak Sjamsul Nursalim Sebut Kasus BLBI Tak Bisa Diselidiki

Berbekal Dokumen RDP DPR, Pihak Sjamsul Nursalim Sebut Kasus BLBI Tak Bisa Diselidiki

Nasional
Cicip Miras Sophia, Gubernur NTT: Baunya Enak dan Yakin Rasanya Juga Enak

Cicip Miras Sophia, Gubernur NTT: Baunya Enak dan Yakin Rasanya Juga Enak

Regional
Percepat Kongres, PDI-P Ingin Sinkronkan Agenda Nasional dan Partai

Percepat Kongres, PDI-P Ingin Sinkronkan Agenda Nasional dan Partai

Nasional
Viral Warga Selamatkan Truk Terjebak di Pelintasan Kereta Karet, Begini Ceritanya

Viral Warga Selamatkan Truk Terjebak di Pelintasan Kereta Karet, Begini Ceritanya

Megapolitan
'Patroli' WhatsApp Baru Dilakukan Polisi setelah Ada Tersangka

"Patroli" WhatsApp Baru Dilakukan Polisi setelah Ada Tersangka

Nasional

Close Ads X