Kolaborasi Riset Kebencanaan Indonesia-Inggris Senilai Rp 31 Miliar

Kompas.com - 07/02/2019, 23:21 WIB
Menristekdikti Mohamad Nasir dan Duta Besar Kerajaan Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik meluncurkan Kerja Sama Riset Kebencanaan Indonesia ? Inggris melalui Program Newton Fund di Gedung D Kemenristekdikti, Jakarta (7/2/2019). Dok. KemenristekdiktiMenristekdikti Mohamad Nasir dan Duta Besar Kerajaan Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik meluncurkan Kerja Sama Riset Kebencanaan Indonesia ? Inggris melalui Program Newton Fund di Gedung D Kemenristekdikti, Jakarta (7/2/2019).

3 proposal penelitian

“Kolaborasi riset ini mendukung Prioritas Riset Nasional 2020-2024 dalam manajemen bencana, terutama di bidang kerjasama multisektoral. Kami harap ketiga riset yang dipilih ini akan membangun kekayaan ilmu pengetahuan bidang kebencanaan, dimana kesiapan terhadap ancaman bencana di Indonesia dapat lahir dan berkembang dari penelitian-penelitian ini,” ungkap Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Muhammad Dimyati.

Untuk tahun 2019, Newton Fund di Indonesia akan mendanai tiga judul proposal penelitian yang dipilih dari sekitar 20 proposal, yaitu:

1. Mitigating hydro meteorological hazard impacts through transboundary river management in the Ciliwung River basin yang akan diteliti Harkunti Rahayu (Institut Teknologi Bandung) dan Richard Haigh (University of Huddersfield). Riset ini ditujukan untuk meningkatkan pengelolaan badan sungai Ciliwung dan kepedulian masyarakat terhadap ancaman banjir.

2. Java Flood One, diteliti Agus Mochamad Ramdhan (Institut Teknologi Bandung) dan Simon Mathias (Durham University). Hasil riset ini akan meningkatkan prediksi banjir jangka menengah di beberapa pusat kota pulau Jawa, termasuk Jakarta, Bandung dan Surakarta.

3. Extreme rainfall and its effects on flood risk in Indonesia diteliti Suroso (Universitas Jenderal Soedirman) dan Chris Kilsby (Newcastle University). Riset ini ditujukan untuk mengidentifikasi penyebab utama banjir di Indonesia dan strategi-strategi utama yang dapat memitigasi risiko bencana.

“Proses pemilihan tiga penelitian yang didanai dilakukan dengan proses yang terbuka, transparan, dan kompetitif. 23 proposal yang masuk dinilai oleh reviewer dari Indonesia dan Inggris, 10 proposal yang lolos didiskusikan pada panel meeting bulan Agustus 2018, sampai akhirnya diputuskan bersama tiga proposal yang didanai bersama dengan total dana 31 milyar rupiah selama tiga tahun,” pungkas Dimyati.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.