"Cerita Kertas": Cerita Kebersamaan, Cerita Kehidupan

Kompas.com - 14/03/2019, 22:49 WIB
Harian Kompas dan Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas menggelar pameran foto Cerita Kertas? di Bentara Budaya Jakarta yang akan berlangsung pada 13-15 Maret 2019. Dok. Kompas.comHarian Kompas dan Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas menggelar pameran foto Cerita Kertas? di Bentara Budaya Jakarta yang akan berlangsung pada 13-15 Maret 2019.

KOMPAS.com - Harian Kompas dan Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas menggelar pameran foto "Cerita Kertas” di Bentara Budaya Jakarta yang dibuka pada 13 Maret 2019 oleh Head of Brand Communications, Global Communications APP Sinar mas Lia Mariani dan Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kompas Tri Agung Kristanto.

Pameran ini menampilkan hasil kurasi 10 finalis dengan total 70 karya lomba fotografi "Cerita Kertas". Pameran terbuka untuk umum dan gratis di Bentara Budaya Jakarta akan berlangsung 14-15 Maret 2019 pukul 10.00-18.00 WIB.

Bertema “Cerita Kertas”, kompetisi ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia akan potensi kertas sebagai bahan dasar yang memiliki beragam aplikasi di kehidupan sehari-hari serta ramah lingkungan.

Kekuatan utama kertas

“Sejak lahir, kita telah terbiasa menggunakan kertas dalam berbagai wujudnya di hidup kita, mulai dari buku tulis, tisu, koran, hingga kardus dan kemasan makanan. Setiap wujud kertas ini memiliki ceritanya masing-masing. Namun, kita sendiri terkadang tidak menyadari manfaat dan potensinya,” ujar Direktur APP Sinar Mas Suhendra Wiriadinata di tempat terpisah.

Baca juga: Komersialisasi Fotografi Workshop Kompas Institute di Java Jazz 2019

Suhendra menjelaskan, salah satu kekuatan utama kertas adalah keterdaurulangan (recyclability) yang tinggi dan kemampuannya untuk terurai penuh secara alami. Jika diolah dan didesain dengan tepat, kertas juga bisa memiliki ketahanan yang tinggi terhadap suhu dan cairan sehingga tidak mudah rusak.

"Melalui pameran foto ini, kami berharap pengunjung dapat terinspirasi, atau bahkan menginspirasi orang lain, untuk memanfaatkan dan berinovasi dengan kertas demi menjawab berbagai tantangan dunia modern, misalnya sebagai pengganti plastik sekali pakai,” tutupnya.

Cerita kertas, cerita kebersamaan

Hal senada disampaikan Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kompas Tri Agung Kristanto. "Cerita Kertas dekat dengan Kompas karena meskipun mengembangkan digital, mengembangkan Kompas TV, Kompas.com dan Kompas.id, namun basis dari Kompas adalah kertas," ujar Tri Agung Kristanto.

Ia menjelaskan ide ini berasal dari rekan-rekan fotografer yang kemudian menghasilkan foto-fotonya bukan hanya dalam format digital namun juga hadir dalam format kertas.

"Mengapa kertas? Karena dalam format kertas kita bisa berbagi, bisa menonton bersama. Karena di dalam kertas itu, di dalam cetak itu, ada saat untuk berbagi. Berbeda dengan smartphone menjadi sangat personal," jelasnya.

Tri Agung Kristanto menambahkan, "Dengan kertas orang bisa merasakan betul kebersamaan dan merasakan kehidupan. Itu basis yang diangkat dari cerita kertas ini."

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X