Kompas.com - 14/04/2019, 21:35 WIB

KOMPAS.com - Melalui Program "Pintar" Kemristekdikti, Kemenag, 10 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dan Tanoto Foundation melatih 252 dosen pedagogi untuk menyiapkan calon guru yang berbudaya baca.

Pelatihan yang berlangsung dari Januari - Maret 2019 ini, memfasilitasi para dosen mengembangkan beragam kegiatan budaya baca dan menerapkan perkuliahan yang menekankan pada kegiatan praktik.

Dalam pelatihan budaya baca tersebut, para dosen diajak mempraktikkan kegiatan membaca buku bacaan selama 15 menit, membacakan cerita untuk siswa kelas awal, mengembangkan sudut baca di kelas, dan mengembangkan ide-ide untuk membantu budaya baca terwujud di sekolah dan madrasah dampingan LPTK.

Paristiyanti Nurwardani, Direktur Pembelajaran, Ditjen Belmawa, Kemristekdikti menyebut pelatihan budaya baca untuk dosen ini sangat tepat untuk menumbuhkan kebiasaan mahasiswa calon guru senang membaca. Apalagi kegiatan budaya membaca ini juga sudah dilaksanakan di sekolah-sekolah.

Baca juga: Perayaan Bangkitnya Literasi Baca Indonesia

Selain melatih para dosen, menurut Stuart Weston, Direktur Program Pintar Tanoto Foundation, para kepala sekolah dan guru-guru di 90 sekolah dan madrasah mitra LPTK juga dilatih praktik baik dalam pembelajaran, manajemen berbasis sekolah dan budaya baca.

“Bila mahasiswa praktik mengajar di sekolah yang baik, harapannya mereka bisa memiliki pengalaman mengajar yang baik. Ketika mereka menjadi guru maka sudah terbiasa untuk mengembangkan pembelajaran aktif dan budaya baca,” katanya.

1. Membaca setiap hari

Sebelum perkuliahan dimulai, dosen mengajak mahasiswa membaca senyap. Mahasiswa membaca buku atau bahan bacaan yang disediakan selama 15 menit.

Pada kegiatan membaca senyap tersebut, mahasiswa diperbolehkan membaca buku dari gawai pintar yang mereka miliki. Mereka bisa mengunduh buku-buku bacaan tersebut dari elektronik file yang diberikan melalui aplikasi WhatsApp.

“Yang terpenting kegiatan ini bisa membuat mahasiswa terbiasa dan senang membaca. Mereka akan menjadi guru yang mengajak siswanya untuk senang membaca sehingga mahasiswa perlu ditumbuhkan kesenangan membaca buku,” Yantoro, Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Jambi (UNJA).

2. Membaca minimal 5 Buku

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.