Mana Lebih Membawa Manfaat pada Anak: Membaca Buku atau Ebook?

Kompas.com - 20/04/2019, 09:30 WIB
Seorang relawan dari Komunitas Tanah Ombak sedang mengajar membaca kepada anak-anak di kawasan Sebrang Pabayan, tepi Sungai Batang Arau, Padang, Sumatera Barat, Minggu (16/7/2017). Tanah Ombak meluncurkan kegiatan pustaka bergerak yang diberi nama Vespa Pustaka untuk menjangkau anak-anak di Kota Padang yang membutuhkan akses pendidikan lewat buku bacaan. KOMPAS.com / RAMDHAN TRIYADI BEMPAHSeorang relawan dari Komunitas Tanah Ombak sedang mengajar membaca kepada anak-anak di kawasan Sebrang Pabayan, tepi Sungai Batang Arau, Padang, Sumatera Barat, Minggu (16/7/2017). Tanah Ombak meluncurkan kegiatan pustaka bergerak yang diberi nama Vespa Pustaka untuk menjangkau anak-anak di Kota Padang yang membutuhkan akses pendidikan lewat buku bacaan.

KOMPAS.com - Tidak ada yang dapat membantah bila membaca membawa banyak manfaat mulai dari berdampak positif pada perkembangan neurologis, keberhasilan pendidikan, ingga menumbuhkan bakat sosial.

Sebuah studi baru menunjukan ternyata membaca buku cetak menawarkan komunikasi yang lebih baik dan ikatan bagi orang tua dan balita mereka. Sebuah penelitian yang baru-baru ini diterbitkan di Pediatrics menemukan bahwa balita lebih banyak berinteraksi dengan buku cetak daripada ebooks. 

Perbandingan cetak dan ebook

Dalam penelitian yang dirilis Bing Think (3/4/2019) peneliti mencoba membandingkan berbagai format berbeda untuk setiap sesi: buku cetak, ebook dasar, dan ebook yang disempurnakan yang dilengkapi dengan musik, efek suara, dan karakter animasi. 

Para peneliti mencatat sesi untuk mengamati interaksi antara orang tua dan balita. Hasilnya menunjukkan paling terlibat ketika membaca buku cetak.

Baca juga: Atalia Kamil Bakal Luncurkan Dua Buku Anak di Festival Literasi 2019

 

Mereka menggunakan lebih banyak verbalisasi terkait buku dan lebih banyak berkolaborasi dalam proses tersebut.

Ini berlaku untuk orangtua juga. Orangtua lebih terlibat dalam lebih banyak dialog, mengajukan lebih banyak pertanyaan, dan menunjukkan tanda-tanda ikatan lebih besar dan berbagi pengalaman dengan anak mereka.

Interaksi ajaib buku

" Buku cetak benar-benar merupakan standar emas dalam memunculkan interaksi positif antara orangtua dan anak-anak mereka," ujar Tiffany Munzer penulis pertama studi tersebut dan pediatri pengamat perilaku perkembangan di Rumah Sakit Anak-Anak CS Universitas Michigan.

Interaksi positif semacam itu lebih jarang terjadi dengan ebooks. Namun, ebook memang menunjukkan lebih banyak kolaborasi dalam arahan khusus format - seperti pada, "Kamu harus menggeser seperti ini" atau "Tidak, jangan sentuh tombol itu."

Dengan kata lain, perangkat itu sendiri menjadi penghambat mengembangkan ritme belajar dan hubungan yang alami.

Ebook menghambat pemahaman

Perri Klass, seorang dokter anak yang ikut menyertai penelitian ini menyatakan penggunaan ebook tidak menguntungkan bagi anak-anak. Ebook dianggap dapat mengurangi keterlibatan cerita dan menghambat pemahaman teks.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X