Cegah Politisasi, UGM Bentuk Pokja Kaji Meninggalnya Petugas Pemilu

Kompas.com - 12/05/2019, 18:05 WIB
UGM menggelar konferensi pers menanggapi banyaknya kejadian sakit dan meninggalnya petugas dalam Pemilu 2019 di Digilib Café Fisipol UGM, Yogyakarta, Kamis (10/5/2019). Dok. UGMUGM menggelar konferensi pers menanggapi banyaknya kejadian sakit dan meninggalnya petugas dalam Pemilu 2019 di Digilib Café Fisipol UGM, Yogyakarta, Kamis (10/5/2019).

KOMPAS.com - Mencegah meninggalnya petugas pemilu digoreng pihak-pihak tertentu untuk kemudian dijadikan alasan mendelegitimasi hasil pemilu, Universita Gadjah Mada ( UGM) akan membentuk Kelompok Kerja ( Pokja) khusus terkait ini.

Hal ini menjadi tema utama dalam konferensi pers tanggapan UGM terhadap kejadian sakit dan meninggalnya petugas dalam Pemilu 2019 di Digilib Café Fisipol UGM, Yogyakarta, Kamis (10/5/2019). 

"Jangan sampai meninggalnya petugas pemilu digoreng oleh pihak-pihak tertentu lalu dijadikan alasan mendelegitimasi hasil pemilu ini. Hal ini yang mendorong kami untuk turun tangan memahami penyebab petugas meninggal dunia untuk kita sampaikan ke masyarakat," ujar Abdul Gaffar Karim, dosen Fisipol UGM Koordinator Pokja Kajian Pemilu UGM dilansir dari laman resmi UGM.

Kajian sudut keilmuan

Universitas Gadjah Mada membentuk Kelompok Kerja (Pokja) guna mengkaji banyaknya petugas Pemilu 2019 yang meninggal dunia.

Kelompok kerja ( pokja) terdiri dari tiga fakultas, yaitu Fakutas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Psikologi dan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK).

Baca juga: Kata Mahasiswa Unair soal Pemilu 2019 dan Petugas KPPS yang Gugur

Kelompok kerja ini akan melakukan kajian dan penelitian terkait banyaknya petugas pemilu 2019 meninggal dunia dari berbagai sudut pandang keilmuwan sehingga dapat diketahui secara menyeluruh faktor-faktor apa saja yang menjadi penyebab kejadian tersebut.

Dr. Abdul Gaffar Karim, dosen Fisipol UGM selaku Koordinator Pokja Kajian Pemilu UGM, menyebut ada sejumlah dugaan muncul mengenai penyebab kasus tersebut.

Ada yang menduga kasus tersebut disengaja untuk mengacaukan pemilu, di sisi lain muncul pendapat para petugas jatuh sakit dan kemudian meninggal karena depresi akibat tudingan melakukan kecurangan.

Kejadian luar biasa

Gaffar mengungkapkan, sebelum ini pihaknya telah menggelar focus group discussion (FGD) di ruang sidang dekanat Fisipol UGM, pada Rabu (8/5/2019), dan dihadiri perwakilan ketiga fakultas dan menyimpulkan sejumlah hal.

FGD juga bersepakat mengategorikan meninggalnya ratusan petugas KPPS di Pemilu 2019 sebagai kejadian luar biasa.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X