Kompas.com - 12/05/2019, 18:05 WIB

"Luar biasa karena kita tidak berharap hanya dengan menjadi petugas saja orang akan meninggal. Jadi, ini kejadian yang luar biasa. Akan tetapi bagi kami ini tidak ada indikasi delegitimasi Pemilu," ungkapnya.

Dalam FGD tersebut juga muncul dugaan adanya beban kerja berlebih yang dibebankan kepada petugas Pemilu. Pihaknya juga menemukan indikasi suatu persoalan dalam proses perekrutan petugas KPPS.

"Misalnya tim dokter mengatakan surat keterangan sehat itu sering kali dibuat secara borongan dan tidak didasarkan pada pemeriksaan kesehatan yang memadai," katanya.

Dr. Erwan Agus Purwanto, Dekan FISIPOL UGM, turut prihatin dan berbela sungkawa atas meninggalnya ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dalam Pemilu serentak 2019. Menurutnya, perlu mencari tahu penyebab utama meninggal dan sakitnya ratusan hingga ribuan petugas KPPS karena menunjukkan angka yang di luar perkiraan.

Menurutnya, seolah tidak mungkin jika penyebab kematian 440 petugas karena kelelahan. Ia pun tidak ingin jika kasus ini lantas dimanfaatkan untuk mendelegitimasi hasil Pemilu 2019 seperti yang ditudingkan dari berbagai pihak.

Kerja sama 10 universitas

Erwan Agus Purwanto menyebut Pokja segera bekerja membahas teknis di lapangan. "Dalam minggu-minggu ini tim ini akan mulai bekerja," tuturnya.

Pokja yang terdiri dari Fisipol, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK), dan Fakultas Psikologi UGM ini akan mengirimkan masing-masing dua orang wakilnya dan akan bekerja sama dengan 10 kampus di Indonesia.

Ke-10 universitas tersebut yang juga memiliki kajian pemilu di antaranya Universitas Lampung, Universitas Indonesia, Universitas Airlangga, dan Universitas Cendrawasih.

Dekan FKKMK, Prof. Ova Emilia menyatakan belajar dari kejadian banyaknya korban petugas pemilu maka perlu disusun SOP lebih rinci terkait pemeriksaan kesehatan para petugas pemilu.

“Kalau dari sisi kesehatan tentu perlu kita buat SOP dan pelaksanaan yang jelas tentang syarat dan pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan kesehatan itu bukan hanya selembar kertas tetapi harus betul-betul kita cek baik kesehatan fisik maupun mental. Sebab, orang sakit itu ada direct dan indirect," terangnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.