Lulusan ISP dan Upaya Menularkan Pembelajaran Inovatif Menyenangkan

Kompas.com - 16/05/2019, 21:37 WIB
JIS mewisuda 234 guru (15/5/2019) yang telah lulus program Innovative Schools Programme yang melibatkan guru dan Kepala Sekolah dari SD Negeri, SMP Negeri, dan SLB Negeri di DKI Jakarta. Dok. JIS JIS mewisuda 234 guru (15/5/2019) yang telah lulus program Innovative Schools Programme yang melibatkan guru dan Kepala Sekolah dari SD Negeri, SMP Negeri, dan SLB Negeri di DKI Jakarta.

KOMPAS.com - Jakarta Intercultural School (JIS) mewisuda 234 guru (15/5/2019) yang telah lulus melewati program "Innovative Schools Programme" melibatkan guru dan Kepala Sekolah dari Sekolah Dasar Negeri, Sekolah Menengah Pertama Negeri, Sekolah Luar Biasa Negeri di DKI Jakarta. 

Program ini merupakan kerja sama antara pihak JIS bersama bersama Yayasan Emmanuel, Mentari Intercultural School Jakarta, Dinas Pendidikan DKI Jakarta, dan sekolah-sekolah anggota Aspirasi Nasional Pendidikan Swasta (ANPS).

"Innovative School Programme" (ISP) atau Program Sekolah Inovatif merupakan program yang digagas Emmanuel, pendiri Yayasan Emmanuel, guna membantu para guru dan kepala sekolah meningkatkan kualitas mengajar mereka dengan pendekatan Inquiry-based Learning.

Teknik ini akan membuat para murid lebih termotivasi dalam belajar dengan lingkungan belajar yang menyenangkan.

Inspirasi pembelajaran inovatif

Sepanjang tahun akademik, para relawan dan pengajar JIS menawarkan 10 pelatihan kepada guru yang fokus pada pedagogi dan metodologi pengajaran untuk membuat pembelajaran lebih interaktif, memotivasi, dan berpusat pada siswa.

Baca juga: Perkembangan Teknologi Harus Diikuti dengan Inovasi Pembelajaran 

Topik pelatihan meliputi manajemen kelas, pengembangan keterampilan berpikir, dan strategi pengajaran yang inovatif untuk Bahasa Indonesia dan Matematika.

“Acara wisuda hari ini merupakan momen yang sangat spesial bagi JIS, karena dari 234 pendidik yang lulus hari ini, 89 lulusan di antaranya ditangani secara langsung para pengajar dari JIS dalam program Innovative Schools Programme," ujar Tarek Razik, Head of School, JIS. 

Tarek menambahkan, "Para guru yang berhasil lulus dari ISP telah menunjukkan perjuangan dan kerja keras. Tekad mereka untuk dapat meraih ilmu dan meningkatkan ketrampilan dalam mendidik akan menginspirasi anak-anak Indonesia."

Sebanyak 50 pengajar dan relawan JIS terlibat langsung dalam membimbing para pengajar sekolah negeri tersebut sehingga mereka dapat memiliki wawasan baru dalam teknik mengajar modern.

Perubahan paradigma mengajar

JIS mewisuda 234 guru (15/5/2019) yang telah lulus program Innovative Schools Programme yang melibatkan guru dan Kepala Sekolah dari SD Negeri, SMP Negeri, dan SLB Negeri di DKI Jakarta. Dok. JIS JIS mewisuda 234 guru (15/5/2019) yang telah lulus program Innovative Schools Programme yang melibatkan guru dan Kepala Sekolah dari SD Negeri, SMP Negeri, dan SLB Negeri di DKI Jakarta.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Ratiyono dalam kesempatan tersebut memberikan apresiasi positif kepada para guru yang berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan siswa.

"Saya berharap, para guru yang telah diwisuda tidak mudah puas dan terus menularkan ilmu yang telah didapat dari ISP kepada guru-guru. Dengan cara ini, anak didik kita bisa memiliki kompetensi yang melejit karena diajar oleh guru-guru yang inovatif,” ujarnya.

Salah satu peserta ISP Andre Putra, guru SDN Mangga Dua 01 Jakarta Pusat menyampaikan, "Setelah mengikuti ISP, saya menerapkan teknik ice breaking. Dengan nyanyian dan membangun suasana yang lebih fun, ternyata anak-anak sangat senang dan bisa kembali fokus dengan cepat."


Halaman:

Close Ads X