Pesan Pendidikan Holistik dari Eduversal di Ajang Dunia "IFLC 2019"

Kompas.com - 23/05/2019, 23:16 WIB
Siswi kelas X SMA Kesatuan Bangsa Billingual School Yogyakarta, Cinta Putri terpilih mewakili siswa Indonesia sebagai duta perdamaian dunia di ajang International Festival of Language and Culture (IFLC) 2019, di Amerika Serikat. Dok. EduversalSiswi kelas X SMA Kesatuan Bangsa Billingual School Yogyakarta, Cinta Putri terpilih mewakili siswa Indonesia sebagai duta perdamaian dunia di ajang International Festival of Language and Culture (IFLC) 2019, di Amerika Serikat.

Terkait terpilihnya Cinta Putri sebagai perwakilan Indonesia menjadi duta perdamaian, Azka menjelaskan hal ini sebagai upaya mendorong pendidikan holistik atau menyeluruh yang tidak hanya berfokus pada sisi akademis saja.

"Sekolah-sekolah mitra Eduversal bukan hanya dikenal dengan prestasi akademisnya saja tetapi juga dikenal dengan berbagai prestasi kesenian dan budaya, baik nasional maupun internasional," ungkap lulusan UGM ini.

Azka menegaskan, " Pendidikan holistik menjadi sangat penting karena setiap siswa memiliki keunikan dan kekhasan berbeda. Mungkin ada yang suka STEM (sains, teknologi, teknik dan matematika). Namun jangan dilupakan ada juga siswa yang suka menyanyi, menari dan berbagai keterampilan lain yang tidak kalah penting."

Tentunya, peran guru menjadi sangat penting untuk dapat membentuk siswa dengan segala keunikan dan kelebihan mereka masing-masing. "Untuk itu, kami selalu memberikan pelatihan dan pembelajar kepada para guru agar bisa menggali potensi siswa secara optimal," kata Azka.

Pembentukan karakter siswa

"Para peserta IFLC kami ajak untuk terlibat berinteraksi dengan para pengunjung, membangun ikatan persahabatan yang kuat, sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi terciptanya perdamaian dunia," tambah Azka.

Melalui IFLC, lanjutnya, diharapkan karakter siswa dapat terbentuk untuk bisa menerima perbedaan, melihat setiap manusia dengan derajat sama, serta menghilangkan stereotip dan ketakutan yang akan digantikan nilai-nilai perdamaian dan persahabatan.

Tidak hanya melalui ajang festival internasional seperti IFLC, fokus pengembangan pendidikan karakter dan juga soft skill dilakukan lewat sistem boarding school atau asrama yang menjadi kekhasan sekolah-sekolah mitra Eduversal.

Azka menerangkan, "Dengan adanya asrama di sekolah masing-masing, pendidikan karakter, peningkatan kompetensi akademis dan soft skill para siswa yang tinggal di asrama dapat lebih optimal dengan pendampingan guru-guru."

"Setiap umat manusia memiliki potensi masing-masing untuk berkontribusi agar tercapai tujuan mulia. Dan merupakan tugas kita semua untuk terus mendorong hal itu melalui pendidikan siswa-siswa kita," tutupnya. 

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X