Siswa SMK Jabar Raih Juara Rafting Internasional 2019 di Australia

Kompas.com - 29/05/2019, 23:05 WIB
Siswa Jawa Barat meraih Juara II dalam ajang World Rafting Championship (WRC) Australia 2019 yang merupakan bagian dari tim Indonesia kategori U-19 di Tully, Queensland, Australia pada pertengahan Mei 2019. Dok. Dinas Pendidikan Jawa BaratSiswa Jawa Barat meraih Juara II dalam ajang World Rafting Championship (WRC) Australia 2019 yang merupakan bagian dari tim Indonesia kategori U-19 di Tully, Queensland, Australia pada pertengahan Mei 2019.

KOMPAS.com - Siswa Jawa Barat meraih Juara II dalam ajang "World Rafting Championship (WRC) Australia 2019" yang merupakan bagian dari tim Indonesia kategori U-19 di Tully, Queensland, Australia pada pertengahan Mei 2019.

Dua siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Ar-Rahmah Kabupaten Cianjur, Muhammad Ramdan Rudiyana dan Rizky Hidayat merupakan bagian dari tim olahraga ketangkasan tersebut.

Atas prestasi tersebut, pihak sekolah memberikan penghargaan berupa beasiswa pendidikan.

Kepala SMK Ar-Rahmah, Halida Indriati mengaku bangga atas prestasi internasional yang diraih kedua siswanya. Ini mengulang prestasi yang pernah diraih pada tahun sebelumnya yang juga meraih juara II di "World Rafting Championship 2018" di Jepang.

Berangkat dari klub

“Kami ikut bangga karena siswa kami dapat mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional. Alhamdulillah, prestasi tersebut bisa terwujud,” ujarnya seperti diwartakan laman resmi DInas Pendidikan Jawa Barat (28/5/2019).

Baca juga: 3 Perusahaan Siswa SMA dan SMK Ini Ciptakan Produk Anti-Mainstream

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kedua siswa tersebut tergabung dalam klub rafting KAPINIS guna mewadahi hobi dan bakat siswa. Dari klub itu lah, keduanya berlatih dan mengikuti banyak ajang perlombaan, mulai tingkat nasional hingga internasional.

“Selain dukungan penuh dari sekolah, poin terbesar keberhasilan mereka tak lepas dari solidnya klub yang menaungi anak-anak untuk terus berlatih. Itu modal utamanya,” tambahnya.

Dispensasi KBM

Indri pun mengerti risiko kedua siswanya mempersiapkan diri menghadapi ajang tersebut, seperti harus melewatkan waktu belajar di kelas. Sehingga, ia pun membuat kebijakan tersendiri guna menunjang prestasi siswanya itu.

“Mendekati waktu kejuaraan, kami beri mereka dispensasi untuk berlatih. Kegiatan belajar mengajar (KBM) susulan pun dilakukan sambil dibimbing guru. Hal ini sudah didiskusikan dengan orang tua siswa dan pihak klub. Anak-anak ini pun termasuk siswa yang cerdas,” tuturnya.

Indri berharap, prestasi siswa kelas XI tersebut mampu memotivasi siswa lainnya mengharumkan nama sekolah, bangsa, dan negara. Karena keberhasilan akan diperoleh bagi mereka yang sungguh-sungguh memperjuangkannya,” tutupnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.