DQLab
Komunitas data scientist

Komunitas praktisi dan industri dalam program belajar data science oleh DQLab (dqlab.id).

Bisakah "Quick Count" Menggantikan "Real Count"? Ini Jawaban Pakar UMN

Kompas.com - 12/06/2019, 17:58 WIB
Pengajar statistika Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Tan Thing Heng Dok. DQLabPengajar statistika Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Tan Thing Heng

"Dari profil ini dapat dilakukan analisis menggunakan model statistika atau algoritma data science untuk menghitung peluang pemilih untuk memilih kandidat tertentu," ujarnya.

Menurutnya, peluang seseorang menggunakan hak pilih cenderung dipengaruhi lokasi TPS terhadap lokasi tempat tinggal pemilih dan kesadaran berpartisipasi dalam pemilu. Data yang bisa dipertimbangkan untuk menilai hal ini adalah data partisipasi pemilih pada periode sebelumnya.

Untuk memilih variabel yang relevan dapat dilakukan proses eliminasi variabel-variabel yang tidak relevan dengan pilihan kandidat dengan mempertimbangkan masukan dari ahli dalam sosiodemografi dan perilaku pemilih dan menggunakan model statistika dan data science sehingga variabel-variabel dipilih.

Peran Data Wrangling

Ia juga mengingatkan, pada data mentah yang didapatkan dari berbagai sumber, biasanya masih terdapat data tidak lengkap dan adanya overlap antar data.

"Misalnya salah input nama, data seseorang tercatat dua kali, atau ada data yang belum update seperti pemilih yang sudah meninggal masih tercatat sebagai pemilih aktif," ujar Tan.

Dalam hal ini, tambahnya, Data Wrangling menjadi proses pengolahan data mentah menjadi data siap pakai dengan cara mendeteksi duplikat data, mengecek adanya outlier, mengatasi data tidak lengkap atau data kosong dan pembersihan data lainnya.

"Dalam konteks quick count Data Wrangling dilakukan saat menyiapkan data untuk pemilihan TPS," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia menjelaskan, "Real count tidak mungkin digantikan dengan penghitungan dengan Data Science dan statistika. Quick count pasti mengandung sampling error karena TPS dipilih hanyalah sampel dari seluruh TPS yang ada," tegasnya.

Jika quick count telah memenuhi syarat representasi, keacakan dan ukuran sampel minimum, maka quick count dapat digunakan sebagai alat pembanding atau kontrol terhadap hasil real count.

Pentingnya keahlian data science

Apabila terdapat perbedaan signifikan antara keduanya, maka dapat disimpulkan kemungkinan terjadi kesalahan pada sampel dipilih lembaga yang mengadakan quick count atau potensi terjadinya kesalahan dari penghitungan real count.

Walau data science dan statistika tidak mungkin menggantikan real count, keahlian mengolah data sangat bermanfaat untuk melakukan quick count seakurat mungkin, dan menjadikan hasil quick count pembanding real count, untuk membantu pengecekan jika hasil real count diduga tidak akurat.

ke depan data science dan statistika akan memegang fungsi penting, tidak hanya dalam Pemilu namun juga dalam setiap aspek kehidupan. Tertarik mempelajari data kunjungi DQLab sekarang!

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.