Pameran Seni "Birokrasi" Dosen IKJ: Kami Masih Seniman!

Kompas.com - 23/06/2019, 22:43 WIB
Sebanyak 48 dosen Fakultas Seni Rupa IKJ (Institut Kesenian Jakarta) menggelar pameran di Galeri Cipta II dan III, Taman Ismail Marzuki Jakarta, 22-28 Juni 2019 mengangkat tema Art Within and Beyond Bureaucracy. Dok. Kompas.comSebanyak 48 dosen Fakultas Seni Rupa IKJ (Institut Kesenian Jakarta) menggelar pameran di Galeri Cipta II dan III, Taman Ismail Marzuki Jakarta, 22-28 Juni 2019 mengangkat tema Art Within and Beyond Bureaucracy.

KOMPAS.com - Sebanyak 48 dosen Fakultas Seni Rupa IKJ ( Institut Kesenian Jakarta) menggelar pameran di Galeri Cipta II dan III, Taman Ismail Marzuki Jakarta, 22-28 Juni 2019 mengangkat tema "Art Within and Beyond Bureaucracy".

Seniman pengajar pada pameran ini berasal dari latar jurusan seni rupa yang beragam: Seni Murni, Kriya, Desain Mode, Desain Interior dan Desain Komunikasi Visual. Para seniman menggunakan ragam media dan tema berkarya yang beragam sesuai dengan bidang masing-masing.

"Seniman jangan alergi pada apapun. Ya politik, ekonomi, birokrasi, dagang, agama. Jangan Alergi. Jadi imej seniman yang bebas merdeka itu sudah lewat. Kesenian merupakan bidang kerja yang sama seriusnya dengan bidang lain, termasuk birokrasi," jelas Seno Gumira Ajidarma Rektor IKJ terkait tema yang diangkat dalam pameran tahun ini.

Kualitas akademis dan seni

"Orang sering membeda-bedakan seni-seni, birokrasi-birokrasi. Padahal tidak. Birokrasi ini sama pentingnya dengan seni, bahkan harusnya menjadi inspirasi. Kalau teman-teman lihat salah satu karya instalasi ada yang menggunakan formulir birokrasi," lanjutnya.

Baca juga: Wisata Edukasi di Pameran Seni Indonesia

Lewat pameran "Seniman Pengajar Menjelajah Karya di Dalam dan di Luar Birokrasi" ini, Seno mengajak seluruh pengajar atau dosen IKJ tetap kreatif dan jangan sampai "ditelan" birokrasi itu. "Kira-kira pernyataannya; kami masih seniman loh," jelasnya.

Pameran ini juga sekaligus menjadi ajang pembuktian dosen pengajar IKJ tidak hanya memiliki kompetensi pengajar secara akademis namun juga merupakan 'seniman' tulen yang mampu melahirkan ragam kreasi seni berkualitas.

"Bukan hanya dari segi birokrasi tapi juga kemampuan yang paling penting. Ya, seni itu. Buat apa (pengajar) doktor tapi tidak bisa gambar," tegasnya.

Transformasi milenial

Sebanyak 48 dosen Fakultas Seni Rupa IKJ (Institut Kesenian Jakarta) menggelar pameran di Galeri Cipta II dan III, Taman Ismail Marzuki Jakarta, 22-28 Juni 2019 mengangkat tema Art Within and Beyond Bureaucracy.Dok. Kompas.com Sebanyak 48 dosen Fakultas Seni Rupa IKJ (Institut Kesenian Jakarta) menggelar pameran di Galeri Cipta II dan III, Taman Ismail Marzuki Jakarta, 22-28 Juni 2019 mengangkat tema Art Within and Beyond Bureaucracy.

Masuk era digital yang didominasi generasi milenial, Dekan Fakultas Seni Rupa IKJ Indah Tjahjawulan menyampaikan IKJ juga melakukan transformasi dan beradaptasi terhadap perubahan tersebut.

" Seni rupa murni dulu hanya bagi patung atau lukis saja. Sekarang semua harus dipelajari dan bahkan sekarang mereka belajar digital. Banyak juga mereka belajar video art. Anak-anak sekarang kan memang begitu ya," jelas Indah.

Indah menyampaikan para dosen juga turut mengikuti perkembangan yang ada. "Kalau ada pelatihan-pelatihan, seperti 3D, kita mengirim dosen untuk mengikuti perkembangan teknologi yang ada," tambahnya.

"Tantangannya bagaimana kita menemukan bahasa yang sesuai dengan generasi mereka. Bukan hanya dari segi teknis tapi juga paradigma milenial ini. Ini yang harus kita (dosen) turun menyamakan frekuensi dengan mahasiswa," jelas Beng Rahadian dosen Desain Komunikasi Visual perihal tantangan mengajar generasi milenial di ranah seni.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X