Bagi Sekolah, Kombinasi Sistem Zonasi dan Nilai UN Ada Plus Minusnya

Kompas.com - 24/06/2019, 19:45 WIB
SMA Negeri 60 Jakarta. KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEASMA Negeri 60 Jakarta.

KOMPAS.com – Kepala sekolah dan guru memiliki pandangan masing-masing tentang pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB) 2019  jenjang SMA di Provinsi DKI Jakarta.

PPDB tahun ini menggabungkan sistem zonasi dan perolehan nilai ujian nasional ( UN) jenjang SMP calon siswa agar bisa diterima di SMA tujuan.

Menurut Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan sekaligus Ketua Penyelenggara PPDB 2019 SMAN 60 Jakarta Rosalia Hartuti, perpaduan itu bertujuan menghilangkan istilah “kasta” atau peringkat suatu sekolah.

Dengan begitu, seorang anak yang memiliki nilai UN SMP rendah masih bisa merasakan kesempatan belajar di sekolah negeri favorit sesuai wilayah domisili.

Menghilangkan "kasta"

“Sistem zonasi ini menghilangkan kasta dan pemerataan bagi masyarakat. Keberpihakan pada siswa yang nilai UN kurang tinggi, tapi masih berkesempatan bisa belajar di sekolah negeri,” ucap Hartuti saat berbincang dengan Kompas.com di kantornya, Senin (24/6/2019).

Baca juga: PPDB DKI Gabungkan Zonasi dan Nilai UN, Begini Kata Orangtua Siswa

Selain itu, jalur zonasi juga memberi keuntungan kepada siswa yang latar belakang perekonomian keluarganya kurang mampu, tetapi rumahnya dekat dengan sekolah negeri.

Hal itu membantu mengurangi biaya transportasi siswa tersebut ke sekolahnya dan energinya pun tidak banyak terkuras karena perjalanan dari rumah ke sekolah relatif cepat.

Zonasi juga menguntungkan orang tidak mampu. Misalnya dia dekat dengan sekolah yang bagus, tapi bisa tersingkir dengan anak yang nilai UN-nya tinggi. Dengan zonasi ini jadi terbantu, biaya transportasi berkurang karena sekolahnya enggak jauh dan enggak begitu capek sehingga belajar lebih optimal. Jadi ada plus minusnya,” jelas Hartuti.

Sesuai kemampuan siswa

Pada PPDB 2019, SMAN 60 menyediakan kapasitas delapan kelas yang terdiri dari empat kelas jurusan IPA dan empat kelas jurusan IPS, dengan masing-masing 36 siswa di setiap kelas.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 55 Jakarta Sofiah Riski mengatakan penentuan diterima atau tidaknya seorang anak di suatu sekolah yaitu dari zonasi tempat tinggal dan perolehan jumlah nilai UN SMP.

Bagi dia, ketentuan itu cukup adil diterapkan mengingat keterbatasan daya tampung SMA di Jakarta meski lokasinya tersebar di berbagai kelurahan dan kecamatan.

"Jadi anak diberi kesempatan memilih sekolah sesuai keinginan dalam zonasinya, dan perolehan nilai UN juga menentukan. Tetap fair sesuai kemampuan siswa," tutur Sofiah. 

Dia menerangkan, daya tampung di SMAN 55 untuk tahun ini yaitu 288 siswa, yang terdiri dari 144 siswa di jurusan IPA dan 144 siswa di jurusan IPS.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tertarik Jadi Dosen? CPNS 2019 Kemendikbud Buka 1.891 Formasi

Tertarik Jadi Dosen? CPNS 2019 Kemendikbud Buka 1.891 Formasi

Edukasi
Angkie Yudistia, Staf Khusus Jokowi, Kisah Titik Bangkit di Kampus dan Perjuangan yang Belum Selesai

Angkie Yudistia, Staf Khusus Jokowi, Kisah Titik Bangkit di Kampus dan Perjuangan yang Belum Selesai

Edukasi
'Link and Match' Pendidikan-Industri Butuh Perencanaan dan Penyesuaian Kurikulum

"Link and Match" Pendidikan-Industri Butuh Perencanaan dan Penyesuaian Kurikulum

Edukasi
Krisis Dunia Pendidikan, Satu Pesan dari Bank Dunia...

Krisis Dunia Pendidikan, Satu Pesan dari Bank Dunia...

Edukasi
Pasar Digital Kian Menjanjikan, Binus Malang Kini Fokus Ciptakan Entreprenuer Berbasis Digital

Pasar Digital Kian Menjanjikan, Binus Malang Kini Fokus Ciptakan Entreprenuer Berbasis Digital

BrandzView
LP3I: Kompetensi dan Adaptasi Jadi Kunci Penguatan Pendidikan Vokasi

LP3I: Kompetensi dan Adaptasi Jadi Kunci Penguatan Pendidikan Vokasi

Edukasi
'We The Teacher': Infrastruktur dan Materi Pembelajaran Masih Jadi Kendala di Daerah 3T

"We The Teacher": Infrastruktur dan Materi Pembelajaran Masih Jadi Kendala di Daerah 3T

Edukasi
Kompasianival 2019: Ngomongin Podcast hingga Peluang Join KG Media

Kompasianival 2019: Ngomongin Podcast hingga Peluang Join KG Media

Edukasi
Daftar Lengkap 100 Universitas Terbaik Kinerja Penelitian, Berapa Peringkat Kampusmu?

Daftar Lengkap 100 Universitas Terbaik Kinerja Penelitian, Berapa Peringkat Kampusmu?

Edukasi
5 Modul Latihan TKD CPNS 2019 Paling Banyak Dicari

5 Modul Latihan TKD CPNS 2019 Paling Banyak Dicari

Edukasi
Sepertiga Anak Usia 10 Tahun Indonesia Tak Mampu Baca dan Pahami Cerita Sederhana

Sepertiga Anak Usia 10 Tahun Indonesia Tak Mampu Baca dan Pahami Cerita Sederhana

Edukasi
Menristek: Jumlah Pengelolaan Dana Riset Ditentukan Penilaian Kinerja

Menristek: Jumlah Pengelolaan Dana Riset Ditentukan Penilaian Kinerja

Edukasi
47 Universitas Terbaik Bidang Penelitian Versi Kemenristek

47 Universitas Terbaik Bidang Penelitian Versi Kemenristek

Edukasi
Berdayakan Guru, Zenius dan We The Teachers Distribusikan Materi Belajar Digital Gratis

Berdayakan Guru, Zenius dan We The Teachers Distribusikan Materi Belajar Digital Gratis

Edukasi
Benarkah Peran Guru Tidak Akan Terganti pada Era Revolusi Industri 4.0?

Benarkah Peran Guru Tidak Akan Terganti pada Era Revolusi Industri 4.0?

Edukasi
Close Ads X