Kampus Terbaik Ke-6 Unpad Versi QS, Unpad Kejar Program Internasional

Kompas.com - 25/06/2019, 19:30 WIB
Gedung Rektorat Universitas Padjadjaran di Jatinangor, Sumedang. KOMPAS.com/RENI SUSANTIGedung Rektorat Universitas Padjadjaran di Jatinangor, Sumedang.

KOMPAS.com -  Universitas Padjadjaran ( Unpad) berhasil menempati peringkat keenam di Indonesia dalam QS World University Rankings (WUR) 2020. Pemeringkatan ini dilakukan terhadap lebih dari 1.000 universitas di seluruh dunia.

Penilaian tersebut menggunakan enam indikator dalam pemeringkatan suatu universitas, yaitu academic reputation (40 persen), employer reputation (10 persen), faculty student (20 persen), citations per faculty (20 persen), international faculty (5 persen), dan international students (5 persen).

Dalam keterangan tertulis diterima Kompas.com, Senin (24/6/2019, jika dilihat secara internasional, Unpad berada pada rentang 751–800. Poin tertinggi yang diraih yaitu pada indikator faculty student, tepatnya di peringkat ke-366 tingkat global.

Kejar nilai internasionalisasi

Dari enam indikator tersebut, hal harus ditingkatkan yaitu internasionalisasi yang terdiri academic dan employer peer review , serta international faculty dan international students yang saat ini menduduki peringkat ke-601+.

Baca juga: Rilis Terbaru, 9 Universitas Terbaik Indonesia 2019/2020 versi QS!

Menurut Kepala Kantor Internasional Unpad Ronny, pencapaian secara keseluruhan Unpad tahun ini mengalami penurunan dan belum sebaik tahun lalu.

Adanya perubahan data Unpad pada QS memberi dampak pada segi internasionalisasi. Kriteria yang paling terdampak yakni pada faculty ratio dan menurunnya jumlah mahasiswa asing yang melanjutkan studi di Unpad.

“Kita sudah mulai berlari lebih cepat. Akan tetapi, yang universitas lain berlari lebih kencang lagi sehingga kita perlu lebih giat mempersiapkan kinerja universitas dengan lebih baik lagi. Satu hal yang jangan sampai dilupakan, sisi internasionalisasi ini harus dikerjakan juga tanpa melupakan kualitas pendidikan dan pelayanan terbaik bagi mahasiswa dalam negeri,” ujar Ronny.

Membangun jejaring internasional

Untuk itu, Unpad melakukan penguatan dari segi kebijakan tata kelola data di bawah koordinasi Wakil Rektor bidang Tata Kelola, Perencanaan, dan Sistem Informasi.

Upaya dilakukan adalah mendorong jejaring komunikasi dengan international peers, yaitu universitas rekanan, komunitas bisnis, dan stakeholders lain, antara lain menghidupkan kembali kerja sama dengan institusi asing yang sebelumnya tidak aktif atau tidak ada kegiatan.

Selain itu, Unpad juga menginisiasi kebijakan pembukaan program double degree serta kelas internasional pada program S-1, S-2, dan S-3.

Kesiapan program studi menyambut mahasiswa asing berperan penting karena akan menentukan daya tampung jumlah mahasiswa asing. Di samping itu, adanya sarana dan prasarana yang memadai juga memengaruhi kemampuan Unpad dalam menerima mahasiswa asing.

Ronny menambahkan, saat ini Unpad memiliki kekuatan internasionalisasi yang sudah berjalan pada program pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA). Kerja sama yang dilakukan pun berjalan baik dengan sejumlah institusi lainnya di Asia Tenggara dan Asia, tetapi usaha yang dilakukan selanjutnya harus lebih masif.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Skor PISA 2018, Ari Widowati: 'Alarm Keras' untuk Segera Lakukan Perubahan

Skor PISA 2018, Ari Widowati: "Alarm Keras" untuk Segera Lakukan Perubahan

Edukasi
10 Tanggapan 'Mas Menteri' Soal 'Rapor Merah' Skor PISA Indonesia

10 Tanggapan "Mas Menteri" Soal "Rapor Merah" Skor PISA Indonesia

Edukasi
Skor PISA Melorot, Disparitas dan Mutu Guru Penyebab Utama

Skor PISA Melorot, Disparitas dan Mutu Guru Penyebab Utama

Edukasi
Soal Skor PISA 2018, Mendikbud Nadiem: Tidak Perlu Dikemas agar Jadi Berita Positif

Soal Skor PISA 2018, Mendikbud Nadiem: Tidak Perlu Dikemas agar Jadi Berita Positif

Edukasi
Skor PISA 2018: Peringkat Lengkap Sains Siswa di 78 Negara, Ini Posisi Indonesia

Skor PISA 2018: Peringkat Lengkap Sains Siswa di 78 Negara, Ini Posisi Indonesia

Edukasi
Skor PISA 2018: Daftar Peringkat Kemampuan Matematika, Berapa Rapor Indonesia?

Skor PISA 2018: Daftar Peringkat Kemampuan Matematika, Berapa Rapor Indonesia?

Edukasi
Daftar Lengkap Skor PISA 2018: Kemampuan Baca, Berapa Skor Indonesia?

Daftar Lengkap Skor PISA 2018: Kemampuan Baca, Berapa Skor Indonesia?

Edukasi
Data Scientist Indonesia Masih Langka, Ini Kemampuan yang Wajib Dimiliki

Data Scientist Indonesia Masih Langka, Ini Kemampuan yang Wajib Dimiliki

Edukasi
Universitas dan Industri Perlu Berkolaborasi Aktif Siapkan SDM

Universitas dan Industri Perlu Berkolaborasi Aktif Siapkan SDM

Edukasi
ITB Juara 'Huawei ‘ICT Competition 2019-2020' Tingkat Nasional

ITB Juara "Huawei ‘ICT Competition 2019-2020" Tingkat Nasional

Edukasi
Mengawal Mutu Pendidikan Tanpa Mengorbankan Kemerdekaan Belajar

Mengawal Mutu Pendidikan Tanpa Mengorbankan Kemerdekaan Belajar

Edukasi
Eksistensi Platform Indonesiana, Saat Ini dan Masa Mendatang

Eksistensi Platform Indonesiana, Saat Ini dan Masa Mendatang

Edukasi
Suka K-Pop? Jurusan Sastra Korea Mungkin Cocok buat Kamu, Ini Penjelasannya

Suka K-Pop? Jurusan Sastra Korea Mungkin Cocok buat Kamu, Ini Penjelasannya

Edukasi
Hari Disabilitas, Atma Jaya: Mendorong Indonesia Ramah Disabilitas

Hari Disabilitas, Atma Jaya: Mendorong Indonesia Ramah Disabilitas

Edukasi
Soal Wacana Tiga Hari Sekolah, Bukik Setiawan: Hari Sekolah Bukan Esensi

Soal Wacana Tiga Hari Sekolah, Bukik Setiawan: Hari Sekolah Bukan Esensi

Edukasi
Close Ads X