Inovasi Mahasiswa Untidar, Kulit Kacang sebagai Prebiotik

Kompas.com - 05/07/2019, 20:44 WIB
Sekelompok mahasiswa dari Universitas Tidar Magelang yang bernama Tim Program Kreatifitas Mahasiswa Penelitian Eksakta (PKM-PE) yang meneliti limbah kulit kacang tanah. Dok. Universitas TidarSekelompok mahasiswa dari Universitas Tidar Magelang yang bernama Tim Program Kreatifitas Mahasiswa Penelitian Eksakta (PKM-PE) yang meneliti limbah kulit kacang tanah.

KOMPAS.com – Ada pepatah mengatakan “ kacang lupa akan kulitnya”. Namun, ternyata sekelompok mahasiswa Universitas Tidar Magelang dari Tim Program Kreatifitas Mahasiswa Penelitian Eksakta (PKM-PE) ini mampu memanfaatkan limbah kulit kacang tanah menjadi Extraordinary Peanut Shells Prebiotic (Exotic).

Tim terdiri dari tiga orang, yaitu Suwasdi (Agroteknologi/2016), Mahdalina Mursilati (Agroteknologi/2017), dan Surya Bagus Purnomo (Peternakan/2016) ini merupakan salah satu dari 22 PKM dari Untidar yang memperoleh dana bantuan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) pada tahun 2019.

“Penelitian ini berfokus pada pemanfaatan limbah kulit kacang tanah untuk mendapatkan kandidat prebiotik atau ‘makanan’ bagi bakteri probiotik Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus,” ujar Ketua Tim Exotic Suwasdi melalui keterangan tertulis.

Sebagai prebiotik

Dia menerangkan, latar belakang penelitian ini karena begitu banyak limbah kulit kacang tanah yang dibuang begitu saja sehingga mencemarkan lingkungan di sekitarnya. Padahal, limbah itu masih bisa diolah dan dimanfaatkan menjadi bentuk lain, misalnya sebagai prebiotik.

Baca juga: Raffles College Bantu Mahasiswa Akses Pendidikan Internasional Tanpa Harus ke Luar Negeri

Menurut keterangannya, suatu bahan bisa digunakan sebagai prebiotik jika memiliki kadar serat yang tinggi dan tidak dapat dicerna oleh sistem pencernaan manusia. Saat ini bakteri prebiotik umumnya ditumbuhkan dengan inulin yang merupakan salah satu bahan prebiotik, tetapi harga inulin relatif mahal di pasaran.

Suwasdi menambahkan, kulit kacang tanah mengandung serat selulosa yang tinggi dan bisa menjadi sumber nutrisi bagi bakteri probiotik. Diharapkan  bakteri itu bisa tumbuh kuat dan mampu melipatgandakan diri secara optimal.

Hasil penelitian ini juga membantu petani kacang tanah dalam mengelola sisa hasil panen sehingga tidak hanya dibuang atau dibakar.

Mengurangi limbah

Limbah kulit kacang tanah dari produk olahan kacang tanah bisa dimanfaatkan secara optimal sehingga mengurangi jumlah limbah yang berpotensi mengganggu estetika lingkungan.

“Kandungan prebiotik biasanya dapat kita temukan pada beberapa makanan olahan seperti yogurt dan produk olahan susu fermentasi lainnya,” imbuh Suwasdi.

Dia pun mengungkapkan, prebiotik merupakan nutrisi yang baik untuk flora dan mikroba yang ada dalam sistem pencernaan manusia. Makanan yang mengandung prebiotik berfungsi mengatasi gangguan pencernaan dan inflamasi usus.

“Besar harapan kami melalui penelitian ini dapat mendapatkan kandidat prebiotik selain media inulin sehingga dapat menjadi alternatif prebiotik kedepannya dan dapat memenuhi permintaan akan sediaan prebiotik baik skala kecil maupun skala industri,” tutur Suwasdi.

Dia pun berharap dapat melakukan penelitian lebih lanjut tentang prebiotik dari limbah kulit kacang ini untuk diaplikasikan pada jenis bakteri baik lainnya, serta mampu melengkapi hasil penelitian Exotic menjadi kandidat prebiotik yang terstandar.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X