Saat Musik Jadi Pilihan, SMKN 2 Bantul Yogyakarta Tunjukkan SMK Bisa!

Kompas.com - 17/07/2019, 20:52 WIB
SMM 2 Bantul Yogyakarta diberi kepercayaan menjadi musik pengiring dalam Pembukaan Lomba Kompetensi Siswa SMK Tingkat Nasional yang diadakan di Yogyakarta (8/7/2019) DOK. SMM 2 BANTUL YOGYAKARTASMM 2 Bantul Yogyakarta diberi kepercayaan menjadi musik pengiring dalam Pembukaan Lomba Kompetensi Siswa SMK Tingkat Nasional yang diadakan di Yogyakarta (8/7/2019)

KOMPAS.com - Bagi sebagian orang Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK) masih sering dipandang kurang bergengsi dibanding SMA. Padahal SMK memiliki potensi besar.

Bagi siswa yang menemukan passion dan cita-citanya, memilih SMK menjadi "jalur cepat" untuk meningkatkan skill dan kemampuan.

Salah satunya ditunjukan SMKN 2 Bantul Yogyakarta yang merupakan SMK Jurusan Musik atau banyak dikenal masyarakat sebagai Sekolah Menengah Musik (SMM) Yogyakarta.

SMM menjadi "Kawah Candradimuka" calon musisi profesional. Bagi siswa lulusan SMP yang memang sudah berminat mendalami musik, melanjutkan studi di SMM menjadi keputusan bijak dalam mempersiapkan karir masa depan.

Dengan memilih SMK jurusan musik, bakat mereka di bidang musik akan benar-benar ditempa dan mereka tidak menyia-nyiakan waktu bersekolah di SMA. Hal ini didasarkan pada pola pembelajaran di SMK di mana 60 persen konten menempa keahlian dari jurusandipilih dan 40 persen pelajaran umum seperti Agama, Bahasa, Sejarah dan Matematika.

Baca juga: Ini Upaya Pemerintah untuk Tingkatkan Kompetensi Siswa SMK

Fokus kembangkan skill

Siswa yang masuk di SMM akan memilih 1 alat musik utama yang akan dia tekuni selama 3 tahun pendidikan. Pilihan alat musiknya antara lain: Piano, Gitar, Vokal, Kelompok String (Violin, Viola, Cello, Contra Bass), Kelompok Tiup (Flute, Oboe, Clarinet, Basson/Fagot, Saxophone, Trompet, Trombon, Tuba) dan Perkusi.

Jadi dalam 1 angkatan, terbentuk 1 tim orkestra lengkap. Selain itu di SMM dibentuk juga ensemble per kategori alat musik. Misalkan kategori alat musik tiup membentuk Ensemblel  dinamai Anglo Cita. Kelompok perkusi membentuk ensemble yang dinamai Bekereng dan kelompok string membentuk Ensemble diberi nama Sawo Kecik.

 Pendidikan di SMM tidak melulu mengenai hard skill namun mereka juga dibekali dengan soft skill seperti membangun kerja sama, berkolaborasi dan bertanggung jawab melalui kegiatan-kegiatan konser.

Dalam 1 tahun akademik setidaknya siswa memiliki kesempatan untuk bergabung dalam 4 kali konser. Di dalam konser mereka bisa berperan tidak hanya sebagai pemain musik namun mereka juga berkesempatan untuk menjadi event organizer atau menjadi arranger dan music director.

Tampil di ajang LKS SMK 2019

Orkes Simfoni SMM sudah dikenal luas masyarakat Indonesia. Mereka sering mendapat kesempatan mengisi acara-acara kenegaraan seperti Upacara Memperingati HUT Kemerdekaan RI di Istana Negara, atau pembukaan acara berskala Nasional.

Pada hari Senin, 8 Juli 2019 lalu, SMM diberi kepercayaan menjadi musik pengiring dalam Pembukaan Lomba Kompetensi Siswa SMK Tingkat Nasional yang diadakan di Yogyakarta.

Yang tampil memang bukan orkes lengkap namun Orkes Tiup, yakni komponen alat musik utamanya adalah alat musik tiup.

Di dalam acara yang dibuka oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X selaku Gubernur DIY, Orkes Tiup SMM menampilkan beberapa lagu mulai dari lagu pop Indonesia dan lagu daerah dari berbagai provinsi yang dikemas dengan apik sehingga mendapatkan sambutan hangat dari 1000-an lebih hadiri yang datang dari 34 provinsi di Indonesia.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X