Pelatihan 1,5 Tahun, Ini Materi Program “Inspirasi”

Kompas.com - 19/07/2019, 16:54 WIB
Direktur Eksekutif Inspirasi Patrya Pratama dalam peluncuran program Inisiatif Kepemimpinan Pendidikan untuk Raih Prestasi (Inspirasi) di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Kamis (18/7/2019) di Resinda Hotel Karawang. KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEADirektur Eksekutif Inspirasi Patrya Pratama dalam peluncuran program Inisiatif Kepemimpinan Pendidikan untuk Raih Prestasi (Inspirasi) di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Kamis (18/7/2019) di Resinda Hotel Karawang.

KOMPAS.com - Program Inisiatif Kepemimpinan Pendidikan untuk Raih Prestasi (Inspirasi) yang diberikan kepada para kepala sekolah di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, telah diluncurkan pada Kamis (18/7/2019) di Resinda Hotel Karawang.

Program kali pertama ini bertujuan mengembangkan kualitas kepemimpinan kepala sekolah dan nantinya berpengaruh pada peningkatan mutu hasil pembelajaran siswa.

Pelaksanaannya dimulai pada tahun ajaran 2019/2020 dan akan berlangsung selama 1,5 tahun. Program ini diikuti oleh 20 kepala sekolah dasar negeri dan 5 madrasah ibtidaiyah di Karawang.

Direktur Eksekutif Inspirasi Patrya Pratama mengatakan, bentuk nyata dari program pelatihan ini berupa workshop dan pendampingan fasilitasi praktik kerja di lapangan. Dalam periode 1,5 tahun itu, setiap bulan akan dilaksanakan kegiatan workshop di ruangan dan praktik kerja di lapangan secara bergantian.

Observasi pembelajaran

“Istilahnya in workshop learning dan on the job learning. Jadi in, on, in, on dan seterusnya,” ucap Patrya saat berbincang dengan Kompas.com, Kamis (18/7/2019).

Baca juga: Program “Inspirasi”: Mengembangkan Kualitas Kepala Sekolah

Materi pelatihan isinya terdiri dari tiga hal. Pertama, fokus pada keterampilan dasar kepemimpinan kepala sekolah sebelum melakukan tugas, misalnya kolaborasi dengan guru, manajemen waktu, dan komunikasi.

“Hal-hal ini yang belum pernah ada dari desain pelatihan kepemimpinan dari pemerintah, padahal itu penting,” imbuhnya.

Materi kedua yaitu problem kemampuan memecahkan masalah. Pelatihan ini menghindari untuk mengajarkan langsung cara memecahkan masalah apa pun di sekolah karena nantinya kepala sekolah tidak terbiasa mengatasi masalahnya sendiri.

Mereka diarahkan untuk berdiskusi dengan kepala sekolah lain sehingga bisa berbagi pengalaman dalam mengatasi masalah yang serupa.

Kemudian, materi ketiga berupa konten pembelajaran secara umum. Ada tiga hal yang diutamakan dalam materi ini, yakni mengembangkan guru, mengobservasi pembelajaran, dan melakukan tinjauan ulang terhadap rencana pengajaran dan pembelajaran (RPP).

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X