Program Inspirasi untuk 25 Kepala Sekolah, Ini Syarat dan Lokasinya

Kompas.com - 20/07/2019, 13:00 WIB
Peluncuran program Inisiatif Kepemimpinan Pendidikan untuk Raih Prestasi (Inspirasi) di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Kamis (18/7/2019) di Resinda Hotel Karawang. KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEAPeluncuran program Inisiatif Kepemimpinan Pendidikan untuk Raih Prestasi (Inspirasi) di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Kamis (18/7/2019) di Resinda Hotel Karawang.
|
Editor Latief

KOMPAS.com – Yayasan Inspirasi bekerja sama dengan sejumlah lembaga donor menyelenggarakan program Inisiatif Kepemimpinan Pendidikan untuk Raih Prestasi (Inspirasi) yang ditujukan kepada para kepala sekolah di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Program tersebut diikuti oleh 25 kepala sekolah di Karawang dan pelaksanaannya dimulai pada tahun ajaran 2019/2020 selama 1,5 tahun ke depan. Tujuannya untuk mengembangkan kepemimpinan kepala sekolah dan diharapkan bisa memberi pengaruh positif pada peningkatan kualitas hasil pembelajaran guru dan siswa.

Lembaga donor yang terlibat yaitu Tanoto Foundation, Global School Leaders, Resinda Hotel Karawang, PT Bukit Muria Jaya, Triputra Agro Persada, dan Asia Philanthropy Circle.

Menurut Direktur Eksekutif Yayasan Inspirasi Patrya Pratama, pemilihan 25 kepala sekolah yang terdiri dari 20 kepala sekolah dasar negeri dan 5 madrasah ibtidaiyah itu berdasarkan beberapa kriteria.

Kriteria pertama adalah lokasi sekolahnya terletak di wilayah perkotaan dan tidak saling berjauhan satu sama lain sehingga lebih mudah dijangkau.

Syarat kedua adalah sekolah yang mengikuti program ini tidak sedang mengikuti program pelatihan serupa yang diselenggarakan oleh pihak mana pun, misalnya dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

"Karena kami ada impact evaluation, kami enggak tahu perubahan di sekolah itu, karena program kami atau dari program lain. Makanya, lokasinya dipilih di Kecamatan Klari dan Lemah Abang di Karawang," ujar Patrya kepada Kompas.com usai peluncuran program Inspirasi, Kamis (18/7/2019) di Resinda Hotel Karawang, Jawa Barat.

Kemudian, Patrya menambahkan, kepala sekolah yang dipilih yaitu tidak memasuki masa pensiun dalam satu atau dua tahun ke depan. Sebab, program ini berlangsung 1,5 tahun.

''Sehingga, kalau kepala sekolahnya pensiun setelah mengikuti program itu, maka akan sia-sia dan tidak dapat ditularkan kepada para guru dan siswanya masing-masing. Jadi, di level kepala sekolah tidak boleh pensiun tahun depan, minimal sudah menjabat setahun sudah cukup. Kami anggap sudah satu siklus perencanaan sekolah," tambahnya.

Selain itu, motivasi pribadi dari kepala sekolah tersebut juga menentukan bisa mengikuti program ini atau tidak. Patrya mengatakan, pihaknya tidak ingin program ini bersifat topdown atau berdasarkan perintah. Artinya, kepala sekolah itu terpaksa ikut karena ditunjuk.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X