Inovasi Unpad, Cangkang Telur dan Limbah Padi Serap Limbah Cair

Kompas.com - 23/07/2019, 20:20 WIB
Tiga mahasiswa Universitas Padjadjaran, yaitu Hendri Setiawan, Umi Faoziyah Anindi, dan Dedek Yusuf Pulungan, beserta dosen Atiek Rostika Noviyanti, mengembangkan campuran atau komposit dari limbah cangkang telur dan sekam padi sebagai adsorben limbah cair, khususnya tembaga dan metilen biru. Dok. Universitas PadjadjaranTiga mahasiswa Universitas Padjadjaran, yaitu Hendri Setiawan, Umi Faoziyah Anindi, dan Dedek Yusuf Pulungan, beserta dosen Atiek Rostika Noviyanti, mengembangkan campuran atau komposit dari limbah cangkang telur dan sekam padi sebagai adsorben limbah cair, khususnya tembaga dan metilen biru.

 

KOMPAS.com – Tiga mahasiswa Program Studi Kimia Universitas Padjadjaran ( Unpad) mampu mengolah cangkang telur dan sekam padi yang selama ini dianggap sebagian orang sebagai limbah tidak berguna.

Dalam keterangan di laman resmi Unpad, di tangan mahasiswa yang terdiri dari Hendri Setiawan, Umi Faoziyah Anindi, dan Dedek Yusuf Pulungan itu, limbah tidak berguna bisa diolah menjadi produk yang bisa menyelamatkan lingkungan dari kontaminasi limbah lain.

Dibantu dosen pembimbing Atiek Rostika Noviyanti, mereka mengembangkan campuran atau komposit dari limbah cangkang telur dan sekam padi sebagai adsorben limbah cair, khususnya tembaga dan metilen biru. Adsorben merupakan zat padat yang dapat menyerap fluida dalam proses penyerapan (adsorpsi).

Ketiga mahasiswa itu meneliti untuk mendapatkan komposit hidroksiapatit-biochar dari cangkang telur ayam dan sekam padi, serta kemampuan adsorpsinya terhadap polutan anorganik (Cu (II)) dan polutan organik metilen biru. 

Baca juga: Dies Natalis Vokasi UI: Inovasi Pembelajaran Jarak Jauh Bersertifikat

“Cangkang telur yang kami peroleh dari sekitar Jatinangor akan kami ubah menjadi hidroksiapatit. Sementara sekam padi nantinya hanya kami olah menjadi arangnya. Proses ini lebih mudah dan murah dibandingkan mengolahnya menjadi karbon aktif,” ujar Umi.

Penelitian berjudul “Komposit Biomaterial Hidroksiapatit-biochar dari Cangkang Telur Ayam dan Sekam Padi Sebagai Adsorben Limbah Cair” ini pun masuk Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) kategori Penelitian Eksakta dan berhasil memperoleh pendanaan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Hasil dari penelitian itu menunjukkan, komposit yang dikembangkan mampu melakukan adsorpsi sampel metilen biru sebesar 85 persen dan sampel tembaga 90 persen. Metode adsorpsi dipilih karena metode ini paling efektif dan efisien dalam menangani limbah.

“Pemilihan adsorben haruslah murah dan memiliki nilai guna lainnya,” ucap Umi.

Dia menerangkan, logam tembaga banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk pada aktivitas industri. Itulah yang mengakibatkan logam tersebut terbuang percuma dan mencemari air. Dalam kadar tertentu, limbah tembaga bisa menjadi penyebab sirosis hati pada manusia.

Sementara itu, Hendri yang menjabat sebagai ketua tim PKM mengharapkan agar komposit dari cangkang telur dan sekam padi ini bisa menjadi adsorben yang ekonomis, efisien, dan efektif dalam proses remediasi pencemar dari air.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X