Kompas.com - 26/07/2019, 23:48 WIB

Selain unjuk prestasi dalam mencipta karya seni seperti cerita pendek, syair, dan komik, Direktorat PSMA mewadahi pula lomba dan pengembangan kompetensi karya seni digital (meme, quotes, kinetic typography) dan narasi digital (vlog, komik web, instastory).

Selain tema besar “Mengembangkan Kemandirian dan Menumbuhkan Inovasi”, FLS tingkat SMA tahun 2019 mengangkat tema khusus “Indonesia Romantis”. Tema tersebut mengajak remaja mengungkapkan cinta dengan cara masing-masing kepada orangtua, guru, teman, sahabat, lingkungan sosial dan alam, bahkan Indonesia.

Memusatkan kegiatan di Bogor, Direktorat PSMA mengangkat 4 jenis lomba literasi meliputi: Lomba Cipta Cerpen: “Caraku Mengungkapkan Cinta” Lomba Cipta Syair +D: “Narasi Cinta untuk Negeri” Lomba Cipta Komik +D: “Warna Cinta Indonesia” Lomba Cipta Meme: “Seberapa Kuatkah Kamu Mencinta?”

Sebanyak 100 siswa dari berbagai provinsi Indonesia terpilih untuk berlomba dan mendapat pembekalan dari para maestro literasi dalam rangka penguatan literasi siswa. Mereka merupakan siswa terpilih dari 1.040 karya yang masuk sebelumnya.

Literasi tingkat tinggi

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyampaikan literasi perlu dipahami secara lebih luas tidak sekadar bisa membaca. 

"Masyarakat kita termasuk yang gemar membaca, namun tidak berusaha untuk memahami dari makna membaca itu. Membaca tidak hanya membaca huruf namun juga harus mampu memahami dan menjelaskan hubungan sebab akibatnya," jelas Menteri Muhadjir.

Direktur PSMA Purwadi Santoso menyampaikan hal yang sama. Tantangan dalam penguatan literasi jenjang SMA tidak lagi soal kemampuan baca dan pemahaman saja.

"Tujuan lulusan SMA harus memiliki 3 kompetensi: pertama karakter yang kuat, kedua memiliki literasi tingkat tinggi lalu yang ketiga memiliki kompetensi akademis dan vokasi karena mereka akan melanjutkan ke pendidikan tinggi," tegas Direktur PSMA.

Purwadi juga mendorong ' literasi tingkat tinggi' dilakukan melalui perubahan model pembelajaran. "Siswa perlu dieksplor lewat pembelajaran project, problem solving, kolaborasi bagaimana mengomunikasikan ide atau kompetensi 4 C (kemampuan berpikir kreatif, kritis, komunikasi dan kolaborasi," tegas Purwadi.

"SMA memang kita dorong bukan hanya literasi baca tulis tapi juga literasi digital lewat karya-karya digital supaya mereka tidak gaptek (gagap teknologi). Ke depan anak-anak kita masuk era digitalisasi jadi perlu didorong ke arah digital. Mereka kreatif sekali dan kita mewadahi hal itu," tutupnya.   

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.