Mindfulness, Pendekatan Pendidikan yang Memanusiakan

Kompas.com - 27/07/2019, 16:21 WIB
Ilustrasi Mindfulness di Sekolah Global Sevilla DOK. GLOBAL SEVILLA SCHOOLIlustrasi Mindfulness di Sekolah Global Sevilla

Kebijakan ini dilaksanakan di bawah program riset kesehatan mental pemerintahan Inggris dan akan dijalankan hingga tahun 2021.

" Siswa-siswi dilatih untuk melakukan kegiatan dengan kesadaran penuh. Makan dengan berkesadaran, berjalan dengan berkesadaran, melakukan yoga dan berlatih pernafasan," ujar Michael.

Menurutnya hal itu akan membangun kemampuan murid-murid mengenali diri dan menumbuhkan empati sebagai basis pendidikan karakter siswa

Melibatkan komponen sekolah

Selain dasar akademis yang kuat dan pemahaman sosial tinggi, keterampilan dalam kesenian dan olahraga juga merupakan hal penting di sekolah. 

Keseluruhan rangkaian kegiatan ini senantiasa dilakukan dengan dasar mindfulness atau berkesadaran sehingga siswa-siswi fokus, memberikan perhatian berkualitas serta terhubung antara pikiran dan perasaan saat menjalankan aktifitas-aktifitas tersebut.

"Sebagai sekolah pertama yang berbasis pendidikan berkesadaran di Indonesia yang telah menerapkan pendekatan ini selama 4 tahun, kami mengajak seluruh pemegang kepentingan sekolah untuk melatihnya setiap ada kesempatan," terang Michael.

Para siswa setiap hari melakukan latihan berkesadaran di awal sekolah sebelum memulai kegiatan belajar. Para guru menggunakannya disaat mengajar atau beristirahat. Karyawan sekolah akan mempraktekkannya sebelum rapat-rapat dimulai. Sedangkan orangtua murid dihimbau kembali fokus kepada nafas saat akan berinteraksi dengan anak.

Selain latihan fokus pada bernafas, kegiatan lain yang dapat melatih fokus seperti membaca buku, menulis jurnal, mendengarkan musik dan berjalan-jalan menikmati alam sekitar juga sering dilakukan untuk melatih kepekaan baik pada diri sendiri maupun kepada sekitar kita.

Pendidikan yang memanusiakan

Di kesehariannya, Michael menjelaskan melatih berkesadaran bukanlah hal sulit ataupun menyita waktu. Cukup dengan memusatkan perhatian kepada nafas. 

"Hal ini dapat dilakukan semudah menarik dan menghembuskan nafas dalam-dalam sebanyak tiga kali. Yang paling penting adalah melatihnya dan melakukannya di setiap kesempatan yang ada," ujarnya.

Pendidikan berkesadaran sangat dibutuhkan saat ini. Ketika teknologi dengan cepat mengubah kehidupan sehari-hari, dunia semakin terhubung dan manusia tidak lagi hanya berkompetisi dengan sesamanya. "Oleh karena itu mengajarkan seseorang kemampuan untuk berpikir jernih dan mampu meregulasi emosi menjadi utama," tegasnya.

Michael menyampaikan, "Kami percaya hakikatnya sebuah sekolah wajib menyiapkan peserta didik untuk kehidupan, berbekal karakter selain akademis yang baik. Bukan hanya sebagai tempat untuk mempersiapkan siswa mendapatkan pekerjaan yang baik, seperti yang seringkali kita pahami selama ini."

Untuk itu, pendidikan berkesadaran membantu mengembalikan fokus kita kepada diri kita, menjadi manusia seutuhnya yang percaya pada nilai luhur, berfikir secara mandiri, bekerja sama dan menyayangi sesama.

"Hal ini menjadikan manusia unik dan tak terbandingkan dengan robot. Dengan pendidikan berbasis berkesadaran, pendidikan yang diterapkan akan memanusiakan manusia," tutup Michael.

 

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X