Menjadikan Cerpen, Komik, Meme dan Syair Daya Ungkit Literasi Siswa

Kompas.com - 28/07/2019, 12:05 WIB
Direktorat Pembinaan SMA (PSMA) dalam Festival Literasi Siswa (FLS) 2019 mewadahi pengembangan literasi siswa SMA dalam ranah literasi digital melalui kompetisi dan pembinaan literasi siswa yang digelar di Bogor, Jawa Barat, 26-29 Juli 2019. Dok. DIR PSMADirektorat Pembinaan SMA (PSMA) dalam Festival Literasi Siswa (FLS) 2019 mewadahi pengembangan literasi siswa SMA dalam ranah literasi digital melalui kompetisi dan pembinaan literasi siswa yang digelar di Bogor, Jawa Barat, 26-29 Juli 2019.

2. Cerpen, kepekaan sosial dalam cerita

Sinta Yudisia Wisudanti, Dewan Juri Cerpen dari Forum Lingkar Pena Jawa Timur menyampaikan minat siswa dalam menekuni pembuatan cerpen (cerita pendek) ini masih sangat besar, meski telah melewati masa keemasan di era-90'an.

"Yang menarik, karya-karta cerpen berkualitas justru banyak datang dari siswa luar Jawa. Kami mempresepsikan bisa jadi disebabkan karena paparan gadget dan media sosial di sana belum sebesar di Jawa," ungkap Sinta.

Sinta juga mengungkapkan, meski Lomba Cipta Cerpen mengangkat tema “Caraku Mengungkapkan Cinta”, kreasi yang dibuat siswa tidak hanya berkisar seputar cinta remaja saja.

"Banyak tema-tema sosial dan bahkan politik muncul, mulai soal pilpres kemarin sampai soal illegal logging muncul. Para siswa memiliki kepekaan dan kekritisan untuk menangkap masalah-masalah itu kemudian diangkat dalam bentuk cerpen yang mereka hasilkan," jelas Sinta.

Sinta berharap lomba dan pembekalan seperti FLS ini lebih banyak dilakukan di daerah sebagai upaya penguatan literasi siswa. "Terlebih bila yang menjadi duta cerpen adalah kalangan siswa sendiri, hal ini akan memberi dampak lebih kuat karena dekat dengan dunia mereka," harap Sinta.

3. Syair, budaya lokal berbalut teknologi

Direktorat Pembinaan SMA (PSMA) dalam Festival Literasi Siswa (FLS) 2019 mewadahi pengembangan literasi siswa SMA dalam ranah literasi digital melalui kompetisi dan pembinaan literasi siswa yang digelar di Bogor, Jawa Barat, 26-29 Juli 2019.DOK. DIR PSMA Direktorat Pembinaan SMA (PSMA) dalam Festival Literasi Siswa (FLS) 2019 mewadahi pengembangan literasi siswa SMA dalam ranah literasi digital melalui kompetisi dan pembinaan literasi siswa yang digelar di Bogor, Jawa Barat, 26-29 Juli 2019.

Iman Soleh, Dewan Juri Syair FLS 2019, menyampaikan keberhasilan bangsa besar seperti Jerman, Inggris dan Jepang salah satunya berasal dari upaya mereka menjaga kekuatan budaya syair yang mereka miliki.

Ironinya, Indonesia yang kaya akan kekuatan syair dari tiap daerah justru kehilangan daya tarik pantun, gurindam dua belas dan sejenisnya di kalangan generasi milenial.

"Justru melalui tambahan 'plus D' atau digital ini, kami mencoba memberikan makna baru dari syair agar diminati oleh generasi saat ini," jelas Iman Soleh. Tahun ini, lomba syair FLS 2019 memberikan kesempatan siswa untuk merangkai syair dalam bingkai visual.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.