Pribadi School, Sinergi Sekolah dan Orangtua Jadi Kunci Prestasi Siswa

Kompas.com - 06/08/2019, 21:34 WIB
Ilustrasi Pribadi Bilingual School BandungDOK. PRIBADI SCHOOL BANDUNG Ilustrasi Pribadi Bilingual School Bandung

KOMPAS.com - Ada beragam cara sekolah memacu siswa dalam mencapai potensi akademik terbaiknya. Namun Pribadi Bilingual School Bandung meyakini, pendidikan karakter dan peran serta orangtua menjadi dua kata kunci dalam mengoptimalkan minat dan bakat siswa.

"Kami meyakini pendidikan karakter menjadi pondasi dasar siswa. Jika karakter siswa baik maka siswa akan mudah mengoptimalkan potensi yang mereka miliki. Tambahan dukungan orangtua, hal ini akan makin memotivasi pembelajaran siswa," ujar Kanibek Umtov, Management Advisor dari yayasan Pribadi School.

Hal senada ditegaskan Kepala Sekolah Pribadi School Rahmat Hidayat. "Dalam pendidikan antara sekolah dan orangtua harus seiring sejalan."

Peran guru dan orangtua

Menghadapi tantangan siswa yang berasal dari generasi milenial, Hidayat menyampaikan guru dan wali kelas didorong tidak hanya menjalankan fungsi mengajar dan administrasi saja.

" Guru memiliki peran sebagai konselor sekaligus pengganti orangtua di sekolah. Tugas ini berat kalau dilihat secara normatif," ujarnya. 

Ia menambahkan, pendekatan yang dilakukan tidak lagi konvesional di depan kelas melainkan turut mendampingi anak dalam pembelajaran dan keseharian di kelas atau sekolah.

"Dalam pendidikan karakter yang dibutuhkan adalah realisasi dari perilaku seperti santun, membuang sampah pada tempatnya, menghormati lawan jenis, menjaga martabat. Nilai-nilai universal inilah yang kita diperjuangkan," tegas Hidayat.

Baca juga: Pameran Ilmiah SPH: Mendorong Inovasi Siswa lewat Pembelajaran 4.0

Guna mendekatkan hubungan antara sekolah dan orangtua, Pribadi School memiliki program kunjungan orangtua di mana minimal sekali dalam setahun secara khusus guru bertemu orangtua untuk mengenal keluarga lebih dekat.

"Meski orangtua ada yang berasal dari Kalimantan atau Sulawesi misalnya, kami tetap melakukan kunjungan. Karena dari program ini biasanya kami menemukan banyak hal dan dapat menemukan gambaran siswa secara utuh. Lebih kompleks dan apa adanya. Hal ini menjadi catatan kami untuk mendampingi anak secara spesifik nantinya," cerita Hidayat.

Nilai keindonesiaan

Pribadi merupakan salah satu sekolah yang menerapkan pendidikan berbasis dormitory atau asrama dalam pembentukan karakter dan juga akademik. Tentunya dibedakan antara asrama putera dan puteri.

Siswa mengikuti sekolah formal pada pagi hari kemudian sore hingga malam sebagian siswa kembali ke asrama. Setelah waktu pribadi sepulang sekolah, siswa memiliki kesempatan untuk belajar mandiri setelah makan malam hingga malam. Sebelum tidur, siswa mendapatkan pendalaman pendidikan karakter dari guru pendamping.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X