Pribadi School, Sinergi Sekolah dan Orangtua Jadi Kunci Prestasi Siswa

Kompas.com - 06/08/2019, 21:34 WIB
Ilustrasi Pribadi School Bandung DOK. PRIBADI SCHOOL BANDUNGIlustrasi Pribadi School Bandung

Selain optimalisasi pendidikan akademik dan karakter, pola pendidikan melalui asrama ini juga mengajarkan anak akan makna perbedaan sehingga jauh dari kesan perundungan atau bullying. "Kegiatan dirancang sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan kompetisi antar angkatan. Di sini kakak kelas justru mendampingi dan menjaga adik kelas," jelas Hidayat.

"Justru kami di sini belajar untuk menerima perbedaan. Menambah teman dan juga saudara dari berbagai kalangan tanpa melihat perbedaan agama dan suku," kata Ratu salah satu siswi.

Pembelajaran inovatif

Pola pembelajaran inovatif yang diaplikasikan Pribadi School mendorong siswa meraih capaian prestasi internasional. Beberapa di antaranya raihan 2 emas untuk Olimpiade Fisika Internasional 2018, 1 emas Olimpiade Matematika Asia, 2 emas dalam Forum Penemu Muda Sains Internasional 2019.

Prestasi terbaru diraih melalui raihan perak untuk tim Olimpiade Biologi Internasional 2019 dan juga Olimpiade Matematika Asia 2019.

"Kami percaya proses pembelajaran menjadi kunci yang membesarkan siswa apapun intake atau potensi awal siswa yang beragam. Tidak harus sains, siswa memiliki banyak chanel untuk mengembangkan minat dan bakat misal seni," ujar Awan guru pendamping siswa olimpiade.

Melalui kurikulum Cambridge berbasis project siswa didorong untuk mencapai tingkat pembelajaran tertinggi. " Siswa bukan hanya bisa mengingat tapi juga memahami, implementasi kemudian mampu mengevaluasi dan mampu menciptakan sesuatu atau creating," jelas Awan.

Implementasi di kelas dilakukan dengan melakukan pemetaan pada siswa di kelas untuk kemudian siswa dikelompokan dalam grup yang merata dari sisi kemampuan. "Harapannya, siswa yang lebih dulu paham dapat membantu temannya. Sebaliknya, siswa yang belum jelas tidak malu bertanya kepada temannya," ujar Awan.

"Di kelas kita mencoba pembelajaran anak sampai pada kemampuan akhir yakni mencipta. Misal tahapan mulai menjelaskan, kemudian membuat mind map, penggunaan flash card, hingga evaluasi hingga memahami dan mencari solusi masalah yang terjadi dalam masyarakat," tambahnya.

Filosofi Ki Hadjar Dewantara

Penguatan kompetensi guru menjadi hal yang penting dalam proses pembelajaran di Pribadi School. "Jadi assesment (penilaian) tidak hanya dilakukan terhadap siswa. Guru pun secara rutin dilakukan evaluasi sehingga kita tahu apa yang perlu ditingkatkan dari setiap guru," ujar Kanibek.

Ia menjelaskan guru secara rutin mendapatkan pelatihan, baik melalui sharing antar guru yang dilakukan secara rutin di sekolah maupun mengikuti berbagai workshop di luar sekolah.

"Guru saat ini tidak lagi menjadi sumber pengetahuan siswa, sehingga guru perlu meningkatkan diri agar mampu menjadi motivator dan inspirasi bagi siswa dalam pembelajaran di kelas," ujar Hidayat.

Ia menambahkan filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara di mana guru menjadi teladan, pendamping dan juga pemberi inspirasi/pendorong diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan era revolusi industri 4.0.

"Dengan kompetensi guru yang inovatif dalam pembelajaran dan juga peran aktif orangtua dalam proses pendidikan anak, diharapkan kita dapat lulusan-lulusan dengan kemampuan berpikir kritis, kreatif, mampu berkomunikasi dan berkolaborasi dengan karakter yang baik," tutupnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X