Rencana Rektor Asing Dinilai Tidak Efektif, Ini Alasannya

Kompas.com - 14/08/2019, 19:52 WIB
Ilustrasi: universitas, rektor asing, perguruan tinggi ShutterstockIlustrasi: universitas, rektor asing, perguruan tinggi

“Masalah kedua soal remunerasi yang diberikan. Berapa yang harus dibayar ke rektor asing itu? Bisa menimbulkan kecemburuan karena banyak profesor kita yang mampu, lalu masuk rektor asing yang tidak mau gajinya sama dengan rektor kita,” ucap Wendi.

Dia pun mencontohkan pengalaman dari temannya yang merupakan seorang diaspora dan diundang untuk menjadi rektor suatu kampus swasta ternama di Indonesia. Orang tersebut dianggap mempunyai kemampuan yang mumpuni dan jaringan yang luas.

Makanya, dia diberikan gaji yang jauh lebih besar dibanding rektor lokal. Namun, ternyata perkembangan kampus yang dipimpinnya itu tidak sebagus yang diharapkan, termasuk dalam penilaian akreditasi.

Untuk itu, Wendi mengimbau pemerintah agar mempertimbangkan kembali rencana menghadirkan rektor asing di Indonesia dan memikirkan berbagai pengaruhnya, baik langsung maupun tidak langsung, secara lebih matang dan mendalam.

Sebab, hal itu menyangkut kepentingan masyarakat umum, khususnya masa depan dunia pendidikan di Tanah Air.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X