HUT RI, Zenius Ajak Siswa Merdeka dari Penjara Pikiran yang Menghambat

Kompas.com - 17/08/2019, 15:46 WIB
Ilustrasi Zenius DOK. ZENIUSIlustrasi Zenius

KOMPAS.com - Berbagai pihak yang terlibat dalam industri pendidikan perlu menciptakan dampak sosial yang berarti. Berbekal idealisme ini, Zenius, platform edukasi berbasis teknologi ( edutek) berupaya mentransformasi individu menjadi pembelajar rasional, berakal, dan berpikir saintifik.

Hal ini dilakukan Zenius lewat  upaya memerdekakan para pelajar Indonesia dari penjara-penjara pikiran yang menghambat mereka untuk maju.

Zenius berupaya menciptakan motivasi intrinsik di dalam diri untuk belajar, sehingga belajar tidak lagi dianggap sebagai kegiatan yang membebani, yang hanya dilakukan demi lulus ujian atau mendapatkan satu buah lembar ijazah jenjang pendidikan.

“Tanpa logika dasar yang kuat, generasi muda kita akan mudah terpengaruh hoax, bahkan terorisme,” tegas Sabda Putra Subekti pendiri Zenius.

Belajar jadi "candu"

Zenius Education dimulai tahun 2004 oleh Sabda dan Medy Suharta berbentuk bimbingan belajar konvensional secara offline. Mereka bercita-cita untuk menyebarkan konten digital berbasis daring, dan menggunakan bentuk awal ini untuk mengumpulkan modal tanpa bantuan pihak eksternal.

Baca juga: Pengalaman Belajar Belum Menyenangkan, Zenius Rilis Aplikasi Mobile

 

Kedua orang founder ini juga menggunakan momen ini untuk bereksperimen meracik metode belajar paling efektif yang pada akhirnya dibuktikan melalui video-video pembelajaran yang tidak hanya membangun pemahaman utuh dan komprehensif, tetapi membuat pengalaman belajar jadi menyenangkan bahkan menjadi sesuatu yang mencandu.

Konten pendidikan secara digital pertama yang Zenius kembangkan adalah berbentuk CD rekaman pada tahun 2004-2005. 

Sabda dan Medy semakin serius mengembangkan produk ini dengan bantuan tutor-tutor pertama yang bergabung dengan Zenius, salah satunya Wisnu Subekti yang saat ini menjabat sebagai President Zenius Education.

 

Pada tahun 2010, Zenius meluncurkan situs web belajar daring zenius.net yang kemudian menjadi produk utama Zenius Education hingga 2019. Sepanjang tahun ajaran 2018/2019, zenius.net berhasil menarik perhatian 11,8 juta unique users dan dikunjungi sebanyak 28 juta kali.

Pendidikan daerah 3T

Pada Mei 2019, Zenius Education menjalin kerja sama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi lewat program Zenius Prestasi untuk membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah 3T (tertinggal, terdepa dan terluar). 

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X