UBL Olah Saset Minuman Jadi Permadani, Bagaimana Caranya?

Kompas.com - 25/08/2019, 13:01 WIB
Universitas Budi Luhur (UBL) mendapat penghargaan dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III DKI Jakarta atas prestasi pengabdian masyarakat, khususnya melibatkan masyarakat pegiat sampah (14/8/2019). DOK. UBLUniversitas Budi Luhur (UBL) mendapat penghargaan dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III DKI Jakarta atas prestasi pengabdian masyarakat, khususnya melibatkan masyarakat pegiat sampah (14/8/2019).

KOMPAS.com – Universitas Budi Luhur (UBL) mendapat penghargaan dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III DKI Jakarta atas prestasi pengabdian masyarakat, khususnya melibatkan masyarakat pegiat sampah (14/8/2019).

Bersama pegiat kreasi sampah se-Jabotabek, tahun ini UBL bidang Abdimas dan Kuliah Kerja Berita (KKN) yang dipimpin Bank Sampah Budi Luhur mengolah sampah saset plastik minuman menjadi permadani daur ulang terbesar di dunia.

Cara pembuatan permadani itu dimulai sejak Januari 2019 melalui Lomba Pembuatan Permadani Daur Ulang bagi para pegiat kerajinan sampah se-Indonesia. Sebanyak 33 kelompok dari enam provinsi di Indonesia turut berpartisipasi dalam ajang ini.

Pecahkan rekor dunia

Ke-33 permadani itu dibuat dari 300.000 saset minuman yang disambung dan dirajut, hingga terbentuklah permadani dengan luas mencapai 100,8 meter persegi.

Baca juga: Tim Pengmas Unej Ubah Bonggol Jagung Jadi Plastik Ramah Lingkungan

Selama ini belum ada permadani yang dikreasi dari saset minuman sebesar itu. Maka dari itu, permadani buatan UBL itu layak disebut telah memecahkan rekor dunia.

Jika sampah saset sebanyak itu masuk ke sungai atau selokan, kemungkinan besar akan menimbulkan masalah bagi lingkungan di sekitarnya.

“Penghargaan ini kami berikan karena karya nyata Universitas Budi Luhur di bidang pemberdayaan masyarakat dalam pengolahan sampah. Karya nyata yang secara konsisten terus dilaksanakan,” kata Kepala LLDikti Wilayah III DKI Jakarta Illah Sailah saat memberikan penghargaan.

Penghargaan diterima Kasubdit Pengabdian Masyarakat dan KKN UBL Putri Suryandari, mewakili Plt Rektor UBL Wendi Usino.

Kader pengrajin sampah

Universitas Budi Luhur (UBL) mendapat penghargaan dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III DKI Jakarta atas prestasi pengabdian masyarakat, khususnya melibatkan masyarakat pegiat sampah (14/8/2019).DOK. UBL Universitas Budi Luhur (UBL) mendapat penghargaan dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III DKI Jakarta atas prestasi pengabdian masyarakat, khususnya melibatkan masyarakat pegiat sampah (14/8/2019).

UBL telah melakukan pemberdayaan masyarakat di bidang pengelolaan sampah dari tahun 2013. Hal itu dimulai dengan membentuk Kampung Recycle bagi warga Petukangan Utara di sekitar kampus dan membentuk Bank Sampah Budi Luhur tahun 2014.

Kemudian, UBL juga membentuk Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Nyiur Petani sampah tahun 2015, membentuk Kampung Petani sampah di Kamal Jakarta Barat, dan mendirikan Galery Bank Sampah 2017 untuk menampung semua kreasi daur ulang warga binaan.

Selain itu, UBL pun menyiapkan pengelolaan limbah saset minuman botol dan gelas plastik, serta memberikan pelatihan dan pendampingan dalam membentuk kader perajin sampah di 30 kecamatan di lima provinsi di Indonesia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X