Hari Aksara Internasional: Literasi Bukan Hanya Soal Bebas Buta Aksara

Kompas.com - 08/09/2019, 13:35 WIB
Ilustrasi. Literasi Dasar di Kelas Awal DOK. INOVASIIlustrasi. Literasi Dasar di Kelas Awal

KOMPAS.com - Di tahun 2030 Indonesia diproyeksikan akan mengalami perubahan struktur populasi dengan didominasi oleh penduduk usia produktif (15-64 tahun) mencapai 68 persen dari total penduduk atau sekitar 200 juta penduduk.

Anak-anak yang kini duduk di bangku kelas 1 SD pada tahun 2030 akan duduk di bangku SMA dan masuk dalam golongan usia produktif. Peluang bonus demografi seperti ini tentu perlu dimanfaatkan dengan baik.

Oleh karena itu sejumlah upaya harus dilakukan agar sumber daya manusia (SDM) Indonesia dipersiapkan dengan baik, termasuk bagi anak-anak yang saat ini duduk di jenjang pendidikan dasar.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) adalah bekerja sama dengan pemerintah daerah di empat provinsi dalam melaksanakan Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) – sebuah kemitraan pemerintah Australia dan Indonesia .

Kemampuan dasar

Program yang dilaksanakan di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, dan Jawa Timur ini dilakukan dengan tujuan menggali dan memahami upaya-upaya konteks lokal yang mampu meningkatkan kemampuan dasar siswa, yaitu literasi atau kemampuan membaca siswa.

Baca juga: Hari Aksara Internasional, Angka Bebas Buta Aksara Indonesia Capai 98 Persen

Kemampuan dasar tersebut sangat penting, karena merupakan pondasi dari segala pembelajaran siswa. Tidak sekedar bisa membaca, tetapi kemampuan pemahaman membaca.

Penguasaan siswa terhadap kemampuan tersebut akan berimplikasi luas pada pembelajaran di subyek-subyek lainnya, termasuk sains, teknologi, matematika, pendidikan karakter, dan keterampilan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS).

Faktanya, kemampuan anak-anak Indonesia masih tertinggal dibandingkan teman-temannya di negara-negara tetangga di wilayah ASEAN. Hal ini nampak dalam hasil studi internasional yang menguji dan membandingkan prestasi anak-anak sekolah di seluruh dunia (PISA, 2015; PIRLS, 2011).

Anak-anak yang tidak memiliki fondasi yang kuat akan dengan cepat tertinggal dari teman-temannya di seluruh bidang pembelajaran, dan ketimpangan ini semakin melebar seiring waktu.

Literasi dasar dalam data

Saat ini, masih terdapat ketimpangan yang besar dalam hal kemampuan dasar siswa di berbagai daerah di Indonesia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X