Ilmuwan Diaspora dan Menanti Lahirnya "Habibie-Habibie Baru"

Kompas.com - 12/09/2019, 17:07 WIB
FOTO DOKUMENTASI. Mantan presiden BJ Habibie menunjukan foto dirinya bersama pesawat hasil karyanya N-250 Gatotkaca usai membuka  pameran foto Cinta Sang Inspirator Bangsa Kepada Negeri di Museum Bank Mandiri, Jakarta, Minggu (24/7/2016). Pameran foto tersebut berisi tentang perjalanan hidup   BJ Habibie hasil dokumentasi The Habibie Center dan karya  BJ Habibie sendiri yang berlangsung hingga 21 Agustus 2016. ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJAFOTO DOKUMENTASI. Mantan presiden BJ Habibie menunjukan foto dirinya bersama pesawat hasil karyanya N-250 Gatotkaca usai membuka pameran foto Cinta Sang Inspirator Bangsa Kepada Negeri di Museum Bank Mandiri, Jakarta, Minggu (24/7/2016). Pameran foto tersebut berisi tentang perjalanan hidup BJ Habibie hasil dokumentasi The Habibie Center dan karya BJ Habibie sendiri yang berlangsung hingga 21 Agustus 2016.

Faktor kedua, menurut Bagus, Habibie mendukung terciptanya iklim akademis dalam negeri, yaitu dengan mendorong pembentukan komunitas keilmuwan, seperti Akademi Ilmuwan Muda Indonesia.

“Iklim akademis sebuah bangsa sangat diperlukan guna membentuk masyarakat anti-hoaks yang dapat mendukung terciptanya kebijakan-kebijakan modern yang berbasis bukti,” ucapnya.

Bagus merasa bahwa Indonesia bukan hanya kehilangan seorang ilmuwan, melainkan juga pemikir modern yang berhasil menempatkan penguasaan teknologi sebagai titik sentral pembangunan bangsa.

Menanti lahirnya Habibie baru

Dia mengungkapkan pengalaman ketika mengunjungi sebuah sekolah menengah atas di Jakarta pada tahun lalu. Dia bertanya kepada siswa-siswi di sekolah itu mengenai ilmuwan paling hebat yang dimiliki bangsa Indonesia. Semua anak memberi jawaban serentak, “Habibie!”

Namun, ternyata itu merupakan jawaban yang sama ketika pertanyaan tersebut dilontarkan kepada Bagus dan teman-teman seangkatannya saat menjalani kuliah dulu. Begitu pula jika pertanyaan itu disampaikan kepada generasi orangtuanya.

Bagus berpendapat, kini sudah saatnya Indonesia bisa menghasilkan banyak ilmuwan baru seperti Habibie. Ilmuwan itu tidak hanya sebagai pemimpin, tetapi juga menjadikan Indonesia sebagai pusat penelitian berskala internasional.

“Sudah saatnya Indonesia menciptakan Habibie - Habibie baru! Kita butuh pemimpin baru yang sanggup membuat kebijakan berdasarkan ilmu pengetahuan dan fakta, yang dapat membawa Indonesia menjadi global research powerhouse, bukan sekadar negara pengikut,” pungkasnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemendikbud Buka Lowongan Magang Mahasiswa, Ini Posisi dan Syarat

Kemendikbud Buka Lowongan Magang Mahasiswa, Ini Posisi dan Syarat

Edu
[POPULER EDUKASI] Cara Daftar dan Syarat Peroleh Kuota Gratis Kemendikbud | Indofood Banyak Buka Lowongan Lulusan SMA, D3, dan S1 | Pahami Syarat Peroleh Kuota Belajar yang Cair di Maret 2021

[POPULER EDUKASI] Cara Daftar dan Syarat Peroleh Kuota Gratis Kemendikbud | Indofood Banyak Buka Lowongan Lulusan SMA, D3, dan S1 | Pahami Syarat Peroleh Kuota Belajar yang Cair di Maret 2021

Edu
Jumlah Anggaran Turun, Subsidi Kuota Gratis Kemendikbud Menipis

Jumlah Anggaran Turun, Subsidi Kuota Gratis Kemendikbud Menipis

Edu
4 Kampus Terbaik Indonesia Bidang 'Engineering-Technology' QS WUR 2021

4 Kampus Terbaik Indonesia Bidang "Engineering-Technology" QS WUR 2021

Edu
Pola Pikir Mahasiswa Indonesia, Growth Mindset atau Fixed Mindset?

Pola Pikir Mahasiswa Indonesia, Growth Mindset atau Fixed Mindset?

Edu
Satu Tahun Pandemi, Sekolah Bukan Satu-satunya Tempat Belajar

Satu Tahun Pandemi, Sekolah Bukan Satu-satunya Tempat Belajar

Edu
I3L School of Business Raih Tim Terbaik dan Dosen Terbaik Ajang X-Culture Internasional

I3L School of Business Raih Tim Terbaik dan Dosen Terbaik Ajang X-Culture Internasional

Edu
Seleksi Guru ASN PPPK 2021, Materi dan Latihan Soal di ayogurubelajar.kemdikbud.go.id

Seleksi Guru ASN PPPK 2021, Materi dan Latihan Soal di ayogurubelajar.kemdikbud.go.id

Edu
Unej Beli Dua Alat GeNose untuk Screening Covid-19 di Kampus

Unej Beli Dua Alat GeNose untuk Screening Covid-19 di Kampus

Edukasi
Novel Serangkai, Beri Ruang Untuk Rasa Kehilangan

Novel Serangkai, Beri Ruang Untuk Rasa Kehilangan

Edu
30 PTN Paling Banyak Diincar di SNMPTN 2021, Ada Pilihanmu?

30 PTN Paling Banyak Diincar di SNMPTN 2021, Ada Pilihanmu?

Edu
'Overheard Jakarta', Sekelumit Kisah dari Warga Ibu Kota Jakarta

"Overheard Jakarta", Sekelumit Kisah dari Warga Ibu Kota Jakarta

Edukasi
Panduan Belajar dari Rumah di TVRI SD Kelas 1-6, Kamis 4 Maret 2021

Panduan Belajar dari Rumah di TVRI SD Kelas 1-6, Kamis 4 Maret 2021

Edukasi
Tanpa Tes Tertulis, Universitas Pertamina Buka Seleksi Nilai Rapor

Tanpa Tes Tertulis, Universitas Pertamina Buka Seleksi Nilai Rapor

Edu
Ini Persiapan dan Tahapan Program Guru Belajar dan Berbagi Kemendikbud

Ini Persiapan dan Tahapan Program Guru Belajar dan Berbagi Kemendikbud

Edu
Close Ads X