"Sekolah Satu Atap", Solusi Pendidikan di Daerah 3T

Kompas.com - 20/09/2019, 17:32 WIB
Mendikbud Muhadjir Effendy melihat penandatanganan prasasti oleh Bupati Natuna Hamid Rizal di SMPN 3 Satap Kampung Segeram, Bunguran Barat, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (19/9/2019). ANTARA/IndrianiMendikbud Muhadjir Effendy melihat penandatanganan prasasti oleh Bupati Natuna Hamid Rizal di SMPN 3 Satap Kampung Segeram, Bunguran Barat, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (19/9/2019).

KOMPAS.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy melakukan peresmian sekolah satu atap di daerah terpencil, yaitu Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Satap di Kampung Segeram, Bunguran Barat, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (19/9/2019).

Ini merupakan satu-satunya sekolah di daerah itu yang terdiri dari SD dan SMP. Sebelumnya di wilayah tersebut hanya tersedia SD.

Jika ada siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya harus berpindah ke kota kecamatan di Pulau Sedananu. Perjalanan ke sana harus ditempuh dengan selama satu jam menggunakan kapal motor.

“Sekolah satu atap merupakan solusi bagi pendidikan di daerah kepulauan dan daerah terdepan, terluar, dan tertinggal. Kami berharap masyarakat bisa memanfaatkan sekolah ini dengan sebaik-baiknya,” ucap Muhadjir, seperti dipublikasikan Antara, Kamis (19/9/2019).

Baca juga: Menguatkan Digitalisasi Sekolah di Natuna, Daerah Terluar Indonesia 

Dia menuturkan, sekolah satu atap di daerah lain, seperti Papua dan Papua Barat, sudah dilengkapi dengan asrama. Namun, sekolah yang di Kampung Segeram tidak ada asrama karena sekolah itu bisa dijangkau masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Mendikbud juga meresmikan perpustakaan yang dibangun Yayasan Tunas Bakti Nusantara.

Peresmian itu merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Bakti Nusantara yang berlangsung di Natuna pada 19 sampai 25 September 2019.

Ada berbagai kegiatan yang dilakukan di sana, terdiri dari penyuluhan tentang gizi (pencegahan stunting), kelas inspirasi, antologi cerpen dan pelatihan menulis, serta peningkatan kapasitas guru dan tenaga kesehatan.

Selain itu, ada pula kegiatan taman baca masyarakat, kemah perdamaian, penyuluhan tentang parenting, rumah sakit lapangan, dan sunatan massal.

“Beberapa hal utama lain dalam Bakti Nusantara tahun ini adalah penghibahan lahan seluas 4.250 meter persegi yang selanjutnya digunakan sebagai lokasi berdirinya bangunan perpustakaan dan laboratorium SMPN 3 Satu Atap Segeram,” ujar Direktur Yayasan Tunas Bakti Nusantara, Teguh Dwi Nugroho.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X