Skystar Innovation Challenge, Melahirkan Inovator Berdaya Saing Global

Kompas.com - 23/09/2019, 16:06 WIB
Para pemenang ?Skystar Innovation Challenge? yang digelar Skystar Ventures UMN dan Nanyang Polytechnic (NYP) Singapura pada 9-19 September 2019. DOK. SKYSTAR VENTURES UMNPara pemenang ?Skystar Innovation Challenge? yang digelar Skystar Ventures UMN dan Nanyang Polytechnic (NYP) Singapura pada 9-19 September 2019.

KOMPAS.com - Berdasarkan survei Boston Consulting Group “Most Innovation Companies”, 89  perusahaan menempatkan inovasi sebagai prioritas tertinggi dalam roda bisnis perusahaan karena pembaruan dipandang penting guna menyesuaikan kebutuhan konsumen.

Tidak heran banyak perusahaan, terutama startup terus melakukan pembaruan khususnya di bidang teknologi.

Namun sayangnya tidak semua inovasi selalu berujung sukses. Ada banyak inovasi perusahaan kurang diterima masyarakat lantaran tidak mampu dapat menjawab permasalahan dari kebutuhan nyata. 

Menjawab hal itu, Skystar Ventures UMN, wadah entrepreneur yang fokus membentuk mindset entrepreneur mahasiswa, bekerjasama dengan Nanyang Polytechnic (NYP) Singapura menyelenggarakan program “Skystar Innovation Challenge”.

Kolaborasi UMN dan NYP

Program yang dimulai sejak 9 September 2019 menjadi wadah kolaborasi 35 mahasiswa UMN  dan 13 mahasiswa NYP dalam 10 tim membuat inovasi berangkat dari permasalahan nyata perusahaan startup di Indonesia.

Baca juga: Akreditasi A untuk Skystar Ventures Tech Incubator UMN

 

Program Skystar Innovation Challenge telah melalui beberapa tahapan dan masuk acara puncak hari Pitching dan Awarding Day pada 19 September 2019 lalu.

Tahapan kegiatan antara terdiri atas; pembekalan metode design thinking, riset pasar, mengunjungi perusahaan partner guna menggali permasalahan riil, validasi problem, hingga merancang prototipe inovasi.

Octa Ramayana, Head of Program Skystar Ventures menjelaskan solusi yang dapat ditawarkan ke perusahaan adalah inovasi berupa perancangan aplikasi, software, business strategy, atau strategic planning.

“Kesepuluh tim tersebut diharapkan dapat membuat strategi atau inovasi yang berkaitan dengan service dan business development. Seperti bagaimana caranya meningkatkan efisiensi dan sales”, jelas Octa.

Dua inovator pemenang

Dalam kesempatan ini, Skystar Ventures UMN menggandeng dua perusahaan startup yaitu Amartha Fintech Lending dan Nodeflux yang bergerak di bidang Artificial Intelligent. Selain berperan memberikan real case problem, Amartha dan Nodeflux juga berperan dalam penilaian dan pemilihan pemenang.

Dalam kegiatan Awarding Day Skystar Innovation Challenge  terpilihlah dua tim terbaik keluar sebagai pemenang.

Amartha memilih Kelompok 1 sebagai kelompok terbaik karena dianggap dapat memberikan hasil riset yang kuat. Mereka juga memembuat prototipe aplikasi layanan fitur donasi melalui sistem crowd funding.

Sementara Nodeflux memilih kelompok 3 sebagai kelompok terbaik karena telah membuat inovasi berupa teknologi savety image recognition untuk dapat diaplikasikan di perumahan dan apartemen.

Kedua tim pemenang berhak mendapatkan kesempatan study visit ke Singapura, magang di Amartha dan Nodeflux, dukungan poin SKKM bagi mahasiswa UMN, serta penghargaan berupa sertifikat.

Naik ke level internasional

Penandatanganan kesepakatan kerjasama antara UMN dan NYP diwakili Yang Tien (Director of Innovation and Enterprise Office Nanyang Polytechnic Singapore) dan  Andrey Andoko (Wakil Rektor UMN sekaligus Kepala Inkubator Skystar Ventures UMN) pada 19 September 2019.DOK. SKYSTAR VENTURES UMN Penandatanganan kesepakatan kerjasama antara UMN dan NYP diwakili Yang Tien (Director of Innovation and Enterprise Office Nanyang Polytechnic Singapore) dan Andrey Andoko (Wakil Rektor UMN sekaligus Kepala Inkubator Skystar Ventures UMN) pada 19 September 2019.

 

Selain melakukan pitching dan awarding, dilakukan pula penandatanganan kesepakatan kerjasama antara UMN dan NYP dengan tujuan mengembangkan kapabilitas entrepreneurship di kalangan mahasiswa.

Yang Tien, Director of Innovation and Enterprise Office Nanyang Polytechnic Singapore mengungkapkan kegembiraannya dapat bekerjasama dengan UMN. “Program SIC ini hanyalah sebuah awal dari kerjasama dan kolaborasi antara NYP dengan UMN untuk kedepannya menjadi lebih baik”, tuturnya.

Selain itu, menurut Andrey Andoko, Wakil Rektor UMN sekaligus Kepala Inkubator Skystar Ventures UMN, kolaborasi ini mendatangkan kesempatan langka bagi mahasiswa/i UMN.

“Kami yakin kompetisi ini tidak hanya dapat memperluas jaringan mahasiswa tapi juga kerangka berfikir mereka karena levelnya tidak lagi nasional, tapi internasional”, ungkapnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X