Sinergi Samsung Indonesia dan Kemendikbud Perkuat Pendidikan Digital

Kompas.com - 23/09/2019, 18:53 WIB
Kesepakatan Samsung Indonesia Cerdas ditandatangani hari ini, (23/09/2019), oleh JaeHoon Kwon, President, PT. Samsung Electronics Indonesia dan Didik Suhardi, Sekretaris Jenderal Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. DOK. SAMSUNG ELECTRONICS INDONESIA Kesepakatan Samsung Indonesia Cerdas ditandatangani hari ini, (23/09/2019), oleh JaeHoon Kwon, President, PT. Samsung Electronics Indonesia dan Didik Suhardi, Sekretaris Jenderal Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

KOMPAS.com - Mendukung peningkatan kualitas pendidikan Indonesia, Samsung Electronics Indonesia dan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia hari ini menandatangani kesepakatan “Samsung Indonesia Cerdas”.

Sinergi kemitraan pemerintah dan swasta bidang pendidikan ini berfokus pada peningkatan kompetensi pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik.

Kesepakatan "Samsung Indonesia Cerdas" ditandatangani hari ini (23/09/2019) oleh JaeHoon Kwon, (President PT Samsung Electronics Indonesia) dan Didik Suhardi (Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan). 

Perjanjian kemitraan meliputi; (1) penyelarasan kurikulum, (2) pengembangan proses pembelajaran dengan pemanfaatan gadget dan sistem elektronik, (4) pelatihan bagi guru dan tenaga kependidikan, serta (5) perekrutan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sesuai kebutuhan industri.

Dukungan strategis pendidikan berbasis teknologi

"Kami mendukung pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dengan membangun kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan industri, serta mendorong kegiatan belajar mengajar yang lebih menarik dan sesuai dengan generasi zaman sekarang, yaitu para digital native," ujar Jae Hoon Kwon, President PT Samsung Electronics Indonesia.

Jae Hoon Kwon mengaku pihaknya senang dapat memperkuat kemitraan dengan Kemendikbud melalui perjanjian kerjasama yang ditandatangani hari ini sehingga dapat memberikan dukungan lebih strategis.

Baca juga: Digitalisasi Sekolah, Kemendikbud Beri 1,7 Juta Komputer ke 36.000 Sekolah

Ia menjelaskan program pendidikan di bawah "Citizenship Samsung" telah dimulai intensif sejak tahun 2013, di antaranya program Samsung Tech Institute (STI) untuk SMK meliputi penyelarasan kurikulum serta pelatihan guru, dan program "Samsung Smart Learning Class (SSLC)", yang memperkenalkan fasilitas kelas pintar berbasis teknologi di sekolah.

"Hingga kini ada 69 SMK yang telah mengadopsi program STI dan 8 SMA,1 SD, 1 SMP, dan IGI yang telah memiliki fasilitas SSLC dan akses pembelajaran digital. Kami berharap kemitraan dengan pemerintah ini dapat membuka kesempatan yang lebih luas agar lebih banyak sekolah, guru, maupun murid bisa mendapatkan manfaat dari program-program kami,” papar Jae Hoon Kwon.

Sekjen Kemendikbud Didik Suhardi menyambut baik kemitraan Kemendikbud dan Samsung, “Kemitraan strategis Publik dan Swasta menjadi salah satu fokus kami saat ini dan kami menyambut baik kemitraan dengan Samsung melalui program Samsung Indonesia Cerdas, karena dengan dukungan pihak swasta seperti inilah, kualitas pendidikan di Indonesia dapat lebih maksimal peningkatannya."

"Kami berharap sinergi ini dapat meningkatkan kualitas SDM di Indonesia, dan membantu menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka di Indonesia,” tambah DIdik.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X