Ilmuwan Diaspora Harapkan Wajah Baru Versi Mobile Kanal Edukasi Jadi Inspirasi Milenial

Kompas.com - 27/09/2019, 18:34 WIB
Sastia Prama Putri DOK. ISTIMEWA/GREGORIUS GIOVANI DJONI ANWARSastia Prama Putri

KOMPAS.com - Menyusul peluncuran tampilan baru kanal Edukasi Kompas.com (17/9/2019), kini wajah baru kanal edukasi juga sudah dapat dinikmati dalam versi mobile atau tampilan ponsel (27/9/2019).

Tidak banyak media arus utama daring yang memiliki kanal khusus pendidikan. Bahkan banyak di antaranya yang kemudian tutup atau melebur bersama kanal lain lantaran minim pembaca.

Kompas.com menjadi salah satu dari sedikit media daring yang secara khusus dan konsisten menyajikan rubrik pendidikan kepada pembaca. Bahkan kini kanal Edukasi-nya justru terlihat semakin menarik dan dilirik banyak pembaca.

Baca juga: Wajah Baru Kanal Edukasi Kompas.com, Kian Cerdaskan Kehidupan Bangsa

Terkait peluncuran wajah baru kanal edukasi versi ponsel, Sastia Prama Puteri, asisten profesor di Departemen Bioteknologi, Fakultas Teknik Osaka Universit, Jepang menilai tampilan baru sangat menarik dan lebih kekinian.

Lebih menarik, informatif dan inspiratif

Ilustrasi. Bagus MuljadiDOK. KOMPAS.com/GREGORIUS GIOVANNI DJONI ANWAR Ilustrasi. Bagus Muljadi

"Semoga kanal edukasi baru Kompas.com bisa menarik generasi muda juga supaya generasi milenial bisa rajin baca artikel edukatif dan konten positif seperti ini bisa lebih viral dan populer untuk readers muda jadi jangkauan age range Kompas makin meluas," ujar Sastia.

Sebagai diaspora yang sudah 15 tahun menetap di luar negeri, bagi Sastia Kompas.com menjadi jendela informasi utama untuk mendapatkan informasi terkini tentang berita di Tanah Air. "Di antaranya kanal edukasi yang paling saya akses selain hot topic atau headline," ujarnya.

Baca juga: Wajah Baru versi Mobile Kanal Edukasi, Youth Manual: Kolaborasi Membangun Dunia Pendidikan

Hal senada disampaikan Bagus Muljadi, ilmuwan diaspora dan dosen termuda di Nottingham University, Inggris, "Literasi terhadap sains adalah fungsi penting. Untuk itu, media punya peran dalam meningkatkan atmosfir intelektual, akademis, dan logis. Untuk itu saya sangat mengapresiasi Kompas yang sudah berupaya mendidik bangsa lewat kanal edukasinya."

Demikian pula Hutomo Suryo Wasisto, ilmuwan diaspora yang menjabat sebagai Research Group Leader di Laboratory for Emerging Nanometrology (LENA) dan Institute of Semiconductor Technology (IHT), di Technische Universitat Braunschweig, Jerman.

"Bagi diaspora, kanal edukasi di Kompas sangat berguna untuk mengetahui perkembangan pendidikan yang ada di Indonesia. Banyak hal yang bisa diperoleh di kanal ini, selain informasi terkini juga berita atau profil yang inspiratif," ujar Ito sapaan akrabnya.

Dorong lahirnya SDM unggul

Hutomo Suryo Wasisto saat bertemu BJ Habibie.Dokumen pribadi Hutomo Suryo Wasisto Hutomo Suryo Wasisto saat bertemu BJ Habibie.

Baik Sastia, Bagus dan Ito berharap kanal edukasi Kompas.com dapat lebih mengembangkan dunia pendidikan Indonesia khususnya terkait bidang penelitian dan riset.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Skor PISA 2018, Ari Widowati: 'Alarm Keras' untuk Segera Lakukan Perubahan

Skor PISA 2018, Ari Widowati: "Alarm Keras" untuk Segera Lakukan Perubahan

Edukasi
10 Tanggapan 'Mas Menteri' Soal 'Rapor Merah' Skor PISA Indonesia

10 Tanggapan "Mas Menteri" Soal "Rapor Merah" Skor PISA Indonesia

Edukasi
Skor PISA Melorot, Disparitas dan Mutu Guru Penyebab Utama

Skor PISA Melorot, Disparitas dan Mutu Guru Penyebab Utama

Edukasi
Soal Skor PISA 2018, Mendikbud Nadiem: Tidak Perlu Dikemas agar Jadi Berita Positif

Soal Skor PISA 2018, Mendikbud Nadiem: Tidak Perlu Dikemas agar Jadi Berita Positif

Edukasi
Skor PISA 2018: Peringkat Lengkap Sains Siswa di 78 Negara, Ini Posisi Indonesia

Skor PISA 2018: Peringkat Lengkap Sains Siswa di 78 Negara, Ini Posisi Indonesia

Edukasi
Skor PISA 2018: Daftar Peringkat Kemampuan Matematika, Berapa Rapor Indonesia?

Skor PISA 2018: Daftar Peringkat Kemampuan Matematika, Berapa Rapor Indonesia?

Edukasi
Daftar Lengkap Skor PISA 2018: Kemampuan Baca, Berapa Skor Indonesia?

Daftar Lengkap Skor PISA 2018: Kemampuan Baca, Berapa Skor Indonesia?

Edukasi
Data Scientist Indonesia Masih Langka, Ini Kemampuan yang Wajib Dimiliki

Data Scientist Indonesia Masih Langka, Ini Kemampuan yang Wajib Dimiliki

Edukasi
Universitas dan Industri Perlu Berkolaborasi Aktif Siapkan SDM

Universitas dan Industri Perlu Berkolaborasi Aktif Siapkan SDM

Edukasi
ITB Juara 'Huawei ‘ICT Competition 2019-2020' Tingkat Nasional

ITB Juara "Huawei ‘ICT Competition 2019-2020" Tingkat Nasional

Edukasi
Mengawal Mutu Pendidikan Tanpa Mengorbankan Kemerdekaan Belajar

Mengawal Mutu Pendidikan Tanpa Mengorbankan Kemerdekaan Belajar

Edukasi
Eksistensi Platform Indonesiana, Saat Ini dan Masa Mendatang

Eksistensi Platform Indonesiana, Saat Ini dan Masa Mendatang

Edukasi
Suka K-Pop? Jurusan Sastra Korea Mungkin Cocok buat Kamu, Ini Penjelasannya

Suka K-Pop? Jurusan Sastra Korea Mungkin Cocok buat Kamu, Ini Penjelasannya

Edukasi
Hari Disabilitas, Atma Jaya: Mendorong Indonesia Ramah Disabilitas

Hari Disabilitas, Atma Jaya: Mendorong Indonesia Ramah Disabilitas

Edukasi
Soal Wacana Tiga Hari Sekolah, Bukik Setiawan: Hari Sekolah Bukan Esensi

Soal Wacana Tiga Hari Sekolah, Bukik Setiawan: Hari Sekolah Bukan Esensi

Edukasi
Close Ads X