Kompas.com - 28/09/2019, 20:09 WIB
Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinas Sosial Kabupaten Kuningan dan Forum Anak Kabupaten Kuningan (Foraku) berfoto bersama Jodi dan Atun Rohayatun di rumahnya Jodi, di Dusun Pahing, RT 1 RW 1, Desa Margabakti, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan, Rabu (31/7/2019). MUHAMAD SYAHRI ROMDHONKepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinas Sosial Kabupaten Kuningan dan Forum Anak Kabupaten Kuningan (Foraku) berfoto bersama Jodi dan Atun Rohayatun di rumahnya Jodi, di Dusun Pahing, RT 1 RW 1, Desa Margabakti, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan, Rabu (31/7/2019).

Valentina menyebutkan, menurut seorang sosiolog, saat anak berusia remaja, yaitu 13 sampai 17 tahun, mereka sedang dalam masa mencari identitas diri.

“Kita sebut pubertas. Mereka mencari role model, melihat kakak-kakaknya (mahasiswa) bisa, keren-keren. Kita bisa lihat dua sisi, apakah memang inisiatif mereka sendiri untuk bergerak atau itu digerakkan. Ini yang belum bisa dijawab,” imbuhnya.

Rumusan partisipasi

Sehubungan dengan itu, Komisioner Bidang Trafficking dan Eksploitasi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Ai Maryati Solihah berpendapat, fenomena demonstrasi pelajar menjadi tantangan perumusan partisipasi anak-anak ke depannya.

Banyak pihak yang mempertanyakan boleh atau tidak anak-anak mengeluarkan pendapatnya ke DPR. Lalu apakah ada jaminan aspirasi itu bisa disampaikan dengan tertib dan aman?

Baca juga: Ricuh Demo Pelajar, Pengamat Pandang Perlu Adanya Mitigasi Demo

“Artinya, demo seperti apa yang boleh untuk anak. Ini merupakan tantangan kita bersama. Forum Anak sesungguhnya ingin mengkanalisasi itu, tujuan besarnya justru memunculkan minat, bakat, bahkan semua kemampuan anak dalam berpendapat,” ujar Ai.

Dia menambahkan, keterlibatan pelajar dalam demonstrasi dan kekerasan dilindungi dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Regulasi ini mengatur mengenai keterlibatan anak yang belum berusia 18 tahun dalam kegiatan tertentu, termasuk aksi unjuk rasa.

“Kita memiliki rambu-rambu yang mencegah sedini mungkin anak-anak tidak masuk dalam kategori kerusuhan dan kekerasan. Ini semangat KPAI dalam melakukan antisipasi, tapi tetap berpegang pada kepentingan anak,” pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.