Masih Pentingkah Gelar di Era Pertumbuhan Teknologi?

Kompas.com - 30/09/2019, 23:20 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com – Begitu terbuka lebarnya akses informasi pada saat ini membuat ilmu pengetahuan tentang apa pun bisa diperoleh oleh siapa pun melalui internet.

Padahal, sebelumnya tidak semua orang bisa mengakses internet karena harganya yang masih relatif mahal dan belum terjangkau seperti sekarang. Maka dari itu, segala hal mengenai informasi, pengetahuan, dan kegiatan belajar hanya bisa didapatkan di sekolah.

Sebab, melalui proses belajar-mengajar di sekolah, anak bisa mendapatkan sumber informasi dan pengetahuan yang memenuhi standar dan sesuai dengan kurikulum dari pemerintah.

Sehubungan dengan itu, Co-founder Zenius Education Sabda PS membahas tentang pentingnya sekolah yang dikaitkan dengan gelar pada era pertumbuhan teknologi yang sudah menyediakan akses mudah terhadap informasi dan pengetahuan bagi semua orang.

Baca juga: Sinergi Samsung Indonesia dan Kemendikbud Perkuat Pendidikan Digital

Pembahasan itu dilakukan bersama influencer pendidikan Jerome Polin dan bisa dilihat dalam kanal YouTube Nihongo Mantappu yang videonya dirilis baru-baru ini.

Masih pentingkah gelar?

Sabda menilai bahwa gelar merupakan semacam label yang menunjukkan seseorang sudah menguasai sesuatu. Sebagai contoh, ketika seseorang sakit dan pergi berobat ke dokter, lalu dokternya tidak memiliki gelar, pasti akan timbul pertanyaan apakah orang yang menangani keluhannya memang seorang dokter atau bukan.

“Dalam bidang tertentu seperti kedokteran, pemberian gelar itu tentulah sangat penting. Namun, untuk beberapa bidang lain, seperti programming, indikator penguasaan ilmunya tidak hanya dilihat dari gelar,” ucap Sabda dalam keterangannya di video tersebut.

Dia melanjutkan, para programmer tidak membutuhkan gelar untuk mengukur kemampuannya, mereka akan dianggap menguasai bidang mereka dari program yang sudah berhasil mereka buat.

Gelar juga bisa menjadi masalah karena tingkat kepercayaan seseorang terhadap suatu gelar sangat tergantung pada lembaga yang memberi gelar tersebut. Tidak menutup kemungkinan bahwa suatu lembaga pemberi gelar bisa saja memiliki standar yang salah.

Banyak kasus yang dapat ditemui sehari-hari ketika seseorang tidak menguasai bidang tertentu, tetapi memiliki gelar di bidang tersebut.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X