Inspirasi Aksi Nyata SMP Tenggarong Pulihkan Dampak Karhutla

Kompas.com - 01/10/2019, 18:05 WIB
SMPN 4 Tenggarong Kalimantan Timur menggelar aksi 1 orang tanam 1 pohon melibatkan siswa, pendidik, orangtua dan masyarakat pada 17 dan 30 September 2019 di lingkungan sekolah.  DOK. TANOTO FOUNDATION/AGUS SUPARMANTOSMPN 4 Tenggarong Kalimantan Timur menggelar aksi 1 orang tanam 1 pohon melibatkan siswa, pendidik, orangtua dan masyarakat pada 17 dan 30 September 2019 di lingkungan sekolah.

KOMPAS.com - Kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla) di Sumatera dan Kalimantan mengakibatkan kabut asap di sejumlah daerah.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) mencatat (7/9/2019) ada sejumlah titik api atau hotspot kategori sedang dan tinggi di enam provinsi prioritas meliputi; Riau (201 titik api), Jambi (84 titik api), Sumatera Selatan (126 titik), Kalimantan Barat (660 titik), Kalimantan Tengah (482 titik) dan Kalimantan Selatan (46 titik).

Tidak hanya dampak jangka pendek seperti gangguan pandangan, gangguan kesehatan, atau ditundanya beberapa penerbangan dan diliburkannya beberapa sekolah dan kampus, karhutla dikhawatirkan memberi dampak jangka panjang terkait hutan dan pohon yang terbakar.

DI Riau saja, tercatat 6 ribu hektar lebih hutan dan pepohonan terbakar. Padahal pohon memiliki fungsi untuk mengurangi pemanasan global.

Sumber belajar dan pembiayaan

“Menanam pohon merupakan cara paling efektif mengurangi pemanasan global. Semakin banyak pohon yang ditanam, semakin banyak karbon dioksida yang diserap dan semakin banyak produksi oksigen," ujar Agus Suparmanto, Kepala Sekolah SMPN 04 Tenggarong, Kalimantan Timur (17/9/2019).

Baca juga: Hadapi Tantangan Global, Madrasah DDI Samarinda Siapkan Komikus Kelas Dunia

Terkait hal itu, Agus menginisiasi siswa, orangtua dan warga sekolah menggelar aksi menanam minimal satu pohon di sekolah kami.

Selain program pengurangan pemanasan global, kegiatan ini bertujuan juga agar sekolah semakin asri dan nyaman, memiliki lebih banyak sumber-sumber belajar dan sumber pembiayaan untuk kegiatan sekolah.

“Setelah ikut pelatihan Program PINTAR bersama Tanoto Foundation, Kemenag dan Dinas Pendidikan, kami berupaya lebih intens untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam segala aspek. Peran serta masyarakat yang besar akan mempercepat pengembangan sekolah ini ” ujar pak Agus menerangkan latar belakang kegiatan ini.

“Untuk program ini, awalnya kami rapat bersama orang tua siswa baru yang tergabung dalam paguyuban kelas. Dalam curah pendapat yang kami lakukan, para orang tua ingin terlibat dalam semua kegiatan di sekolah. Salah satunya dalam pengelolaan lingkungan sekolah," cerita Agus.

Akhirnya, disepakati semua warga sekolah baik orangtua, siswa dan pendidik akan menanam minimal satu pohon di sekolah.

Aksi nyata penghijauan

Program penanaman pohon dilaksanakan dalam 2 tahap pada 17 dan 30 September 2019. Sebagai awalan, semua orangtua siswa kelas satu yang berjumlah 80 orang berkumpul dan menanam pohon di lahan di sekolah.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X