"Seksi" Prodi Komunikasi Peminat Naik 200 Persen per Tahun, Kenapa?

Kompas.com - 01/10/2019, 19:43 WIB
Ketua Umum Asosiasi Program Studi Ilmu Komunikasi (Aspikom) pusat periode 2019-2022 Dr Muhammad Sulhan, MSi. KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEAKetua Umum Asosiasi Program Studi Ilmu Komunikasi (Aspikom) pusat periode 2019-2022 Dr Muhammad Sulhan, MSi.


KOMPAS.com – Ketua Umum Asosiasi Program Studi Ilmu Komunikasi (Aspikom) pusat Muhammad Sulhan mengatakan prodi ilmu komunikasi mengalami peningkatan peminat dalam 10 tahun terakhir.

Hal itu bisa dilihat dari setiap kampus yang memiliki prodi ilmu komunikasi bisa terus berjalan hingga saat ini, bahkan perkembangannya terasa semakin banyak di perguruan tinggi swasta di Indonesia.

“Itu bisa terjadi karena seksinya ilmu komunikasi, juga karena kebutuhan tenaga pengajar,“ ucap Sulhan seusai pelantikan pengurus pusat Aspikom periode 2019-2022 di kampus Universitas Budi Luhur (UBL), Jakarta, Selasa (1/10/2019).

Meningkat pesat

Dia mengungkapkan, sekarang ini ada lebih kurang 340 prodi ilmu komunikasi yang terdaftar secara resmi di seluruh Indonesia, baik di perguruan tingg negeri maupun swasta.

Belum lagi ditambah prodi yang sama tetapi belum terdaftar, jumlahnya bisa lebih banyak lagi. Diprediksi angka totalnya mendekati 400 prodi ilmu komunikasi.

Baca juga: Asosiasi Prodi Ilmu Komunikasi Didorong Profesional dan Memberi Dampak

“Jika rata-rata satu prodi komunikasi jumlahnya 100-300 mahasiswa per angkatan, bahkan ada yang sampai 600 mahasiswa, bisa dibayangkan perkembangannya setiap tahun,” imbuhnya.

Mengenai ketatnya persaingan, Sulhan yang juga menjabat sebagai Kepala Departemen Komunikasi Universitas Gadjah Mada (UGM) memberi contoh, kampus UGM hanya menerima 75 mahasiswa jenjang S1 baru prodi ilmu komunikasi setiap tahun, padahal peminat yang mendaftar jumlahnya mencapai 15.000 orang.

“Jadi 15.000 anak itulah yang tersebar ke kampus swasta lain di Yogyakarta. Bisa dikatakan animo masyarakat masuk komunikasi naik dengan pesat 100-200 persen setiap tahun. Itu kelihatan dari jumlah mahasiswa yang daftar,” ungkapnya.

Studi lanjutan

Menurut dia, begitu besarnya minat mahasiswa mempelajari ilmu komunikasi membuat banyak kesempatan yang terbuka sebagai kelanjutan dari studi jenjang S1 ke jenjang S2 dan S3.

“Terbukanya peluang-peluang itu membuka program-program lanjutan, misalnya kuliah magister dan doktor. Jadi ilmu komunikasi semakin kuat karena dari sisi peminatnya meningkat mulai dari S1 sampai S3,” imbuh Sulhan.

Sementara itu, Plt Rektor UBL Wendi Usino menuturkan bahwa ilmu komunikasi berhubungan erat dengan dunia teknologi dan informasi (TI). UBL sebagai pionir pendidikan formal TI di Indonesia mendukung dan merasakan manfaatnya.

“Dengan tantangan profesi-profesi baru, sinergi bidang ilmu akan sangat besar manfaatnya bagi masyarakat. Misalnya ada journalism by artificial intelligence, suatu berita dikumpulkan bahannya dari big data dan diolah jadi berita yang berguna,” ujar Wendi.

Dia mengharapkan kolaborasi itu bisa ditonjolkan dalam pengembangan ilmu komunikasi sehingga berpengaruh positif dalam literasi digital dan literasi teknologi agar karya-karya jurnalisme benar-benar bermanfaat bagi masyarakat di Indonesia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perkuat Wawasan Konstitusi, Untar Tuan Rumah Kompetisi Peradilan Semu

Perkuat Wawasan Konstitusi, Untar Tuan Rumah Kompetisi Peradilan Semu

Edukasi
Lulusan SMK hingga S1, Ini Jadwal Lengkap Seleksi CPNS Kemendikbud 2019

Lulusan SMK hingga S1, Ini Jadwal Lengkap Seleksi CPNS Kemendikbud 2019

Edukasi
CPNS 2019 Kemendikbud Cari Lulusan SMK hingga S1, Ini Jurusan Dibutuhkan

CPNS 2019 Kemendikbud Cari Lulusan SMK hingga S1, Ini Jurusan Dibutuhkan

Edukasi
Kemendikbud Buka Formasi CPNS 2019, Ini Unit Kerja serta Syarat yang Dibutuhkan

Kemendikbud Buka Formasi CPNS 2019, Ini Unit Kerja serta Syarat yang Dibutuhkan

Edukasi
Tidak Hanya Pintar, Ini 15 Universitas Terbaik dalam Pengabdian Masyarakat

Tidak Hanya Pintar, Ini 15 Universitas Terbaik dalam Pengabdian Masyarakat

Edukasi
Cerita Afni dan Perjalanannya Meraih Cita-Cita

Cerita Afni dan Perjalanannya Meraih Cita-Cita

BrandzView
Perkuat Kompetensi Guru Kreatif, Yayasan Pendidikan Astra Gelar Seminar STEM

Perkuat Kompetensi Guru Kreatif, Yayasan Pendidikan Astra Gelar Seminar STEM

Edukasi
Mengenal Prof Bambang Hero Saharjo, Penerima Penghargaan Internasional John Maddox

Mengenal Prof Bambang Hero Saharjo, Penerima Penghargaan Internasional John Maddox

Edukasi
Ini Dia Para Jawara 'IdeaNation 2019', dari Kampus Mana Saja?

Ini Dia Para Jawara "IdeaNation 2019", dari Kampus Mana Saja?

Edukasi
Sering Kehilangan Semangat Belajar? Coba Lakukan Hal Ini!

Sering Kehilangan Semangat Belajar? Coba Lakukan Hal Ini!

BrandzView
Kisah Ayah Inspiratif, dari Buruh Tani hingga Antar Anak Tiap Hari

Kisah Ayah Inspiratif, dari Buruh Tani hingga Antar Anak Tiap Hari

Edukasi
Upaya Menyandingkan 'Habibie Award' Jadi Sekelas 'Nobel'

Upaya Menyandingkan "Habibie Award" Jadi Sekelas "Nobel"

Edukasi
Wahai Mahasiswa yang Hobi Rebahan, Ini 7 Pekerjaan Sampingan Cocok Buat Kamu

Wahai Mahasiswa yang Hobi Rebahan, Ini 7 Pekerjaan Sampingan Cocok Buat Kamu

Edukasi
Berjasa Bidang Pengetahuan, Ini 5 Penerima 'Habibie Award 2019'

Berjasa Bidang Pengetahuan, Ini 5 Penerima "Habibie Award 2019"

Edukasi
Prof. Bambang Hero Saharjo Raih Penghargaan Internasional 'John Maddox Prize 2019'

Prof. Bambang Hero Saharjo Raih Penghargaan Internasional "John Maddox Prize 2019"

Edukasi
Close Ads X