Yenita, Peraih Rekor "Perempuan dengan Gelar Master Terbanyak" Ingin Bertemu Jokowi

Kompas.com - 04/10/2019, 19:23 WIB

“Waktu luang untuk hobi enggak sempat dijalani. Hidup buat kuliah dan bekerja. Saya pikir kalau weekend mengerjakan tugas, seminggu bisa sekitar 20 tugas. Kalau misalnya saya nongkrong dengan teman bisa sekitar lima jam, termasuk makan dan ngobrol. Padahal, saya bisa selesaikan berapa makalah. Jadi saya prioritaskan mana yang lebih penting sehingga saya korbankan kesenangan pribadi,” jelas Yenita.

Ingin bertemu Presiden Jokowi

Piagam penghargaan rekor Muri sebagai Perempuan dengan Gelar Magister Terbanyak yang diperoleh Yenita, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tarumanagara (Untar).
KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEA Piagam penghargaan rekor Muri sebagai Perempuan dengan Gelar Magister Terbanyak yang diperoleh Yenita, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tarumanagara (Untar).
Ia mengaku bersyukur karena keluarga dan orangtua mendukung dalam kegiatan kuliah dan pekerjaan sehari-hari.

Mereka memberikan dukungan berbentuk moral dan materiil. 

Meski demikian, Yenita menuturkan keluarganya sempat heran karena kuliah yang dijalani selama bertahun-tahun tidak kunjung selesai dan terus berlanjut.

Hampir setiap semester dia menjalani kuliah dan ujian, bahkan mengikuti wisuda. Semua itu dilakukan di kampus dan jurusan berbeda, seperti yang disebutkan tadi.

Baca juga: Rudiantara: Mendorong Pendidikan Islam Jadi Ekosistem Besar Penangkal Hoaks

“Kalau keluarga mendukung, papa dan mama support. Tapi mereka bingung karena kuliah enggak kelar-kelar, tiap semester ada wisuda,” ujarnya sembari tertawa.

Dia pun merasa senang atas penghargaan rekor Muri yang diberikan kepadanya karena belum terbayang sebelumnya bisa mendapatkan penghargaan tersebut. Menurut Yenita, semua prestasi dan penghargaan yang diperolehnya itu merupakan hasil dari usaha, kerja keras, dan penantian panjang.

Namun, dia mengatakan, ada satu hal lagi belum tercapai, yaitu keinginan bertemu Presiden Joko Widodo untuk menyampaikan harapannya mengenai dunia pendidikan di Indonesia.

Yenita ingin agar pemerintah semakin memperhatikan pendidikan, khususnya untuk generasi muda dan wanita di Tanah Air. Sebab, dia berpendapat, generasi berkualitas bisa dihasilkan dari wanita yang memiliki kualitas pendidikan baik.

“Obsesi saya ingin ketemu Pak Jokowi untuk menyampaikan aspirasi tentang pendidikan.
Harapannya supaya generasi muda lebih peduli dengan pendidikan. Juga soal gender equality. Dulu wanita dianggap enggak penting dalam pendidikan. Sekarang sudah berubah, wanita berpendidikan itu penting karena akan menghasilkan generasi yang berkualitas. Dimulainya dari keluarga,” pungkas Yenita.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X