Edukasi "Desa Makmur Peduli Api", Sejahtera Tanpa Merusak Lingkungan

Kompas.com - 04/10/2019, 20:16 WIB
Desa Dataran Kempas, Kecamatan Tebing Tinggi, Jambi, menerima penghargaan Program Kampung Iklim Utama tahun 2019 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) atas dukungan masyarakatnya dalam mengurangi emisi gas rumah kaca (2-4/10/2019) 
DOK. APP SINAR MASDesa Dataran Kempas, Kecamatan Tebing Tinggi, Jambi, menerima penghargaan Program Kampung Iklim Utama tahun 2019 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) atas dukungan masyarakatnya dalam mengurangi emisi gas rumah kaca (2-4/10/2019)

KOMPAS.com - Persoalan kebakaran hutan dan lahan ( karhutla) menjadi pokok soal yang kerap berulang setiap tahun. Salah satu faktor penyebab adalah kurangnya edukasi kepada warga masyarakat terkait praktik membuka hutan yang merusak lingkungan.

Hal ini menjadi perhatian APP Sinar Mas yang kemudian melakukan edukasi kepada warga desa melalui program " Desa Makmur Peduli Api". 

Program DMPA ini memberikan masyarakat desa kesempatan berkontribusi dalam upaya mitigasi perubahan iklim. Selain berdampak positif bagi lingkungan, program-program ini juga memberikan kesempatan warga desa yang mayoritas tidak mengenyam pendidikan tinggi untuk meningkatkan penghasilan mereka.

Pemberdayaan "Desa Makmur Peduli Api"

"Sebelum diperkenalkan pada program-program DMPA sekitar dua tahun lalu, banyak warga desa mencari pendapatan dengan cara membuka hutan untuk bercocok tanam," ujar Asbar, Kepala Desa Dataran Kempas, Jambi.

Baca juga: PAPERUN 2019 Harian Kompas dan APP Sinar Mas Galang 300 Juta untuk Literasi

Desa Dataran Kempas menerima penghargaan Program Kampung Iklim Utama tahun 2019 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) atas dukungan warganya mengurangi emisi gas rumah kaca.

Asbar menyampaikan program DMPA yang digagas APP Sinar Mas secara signifikan meningkatkan kesejahteraan desa tanpa merusak hutan. "Program-program DMPA berhasil menciptakan lebih dari 230 lapangan pekerjaan dengan pendapatan hingga lebih dari Rp1 miliar per bulannya," ujar Asbar

Program-program binaan DMPA di Desa Dataran Kempas mencakup produksi kompos, budidaya ikan nila, pengembangbiakan domba, budidaya jahe merah, hortikultura, dan daur ulang sampah plastik.

Dalam program produksi kompos, warga diajari cara memproses limbah sawit yang ada di area sekitar desa dan kotoran ternak untuk dijadikan pupuk dengan nilai jual yang cukup tinggi.

Dari hasil penjualan upaya-upaya ini, warga desa bisa mendapat pendapatan yang lebih tinggi dari upah minimum Provinsi Jambi, hingga dua kali lipat.

Edukasi praktik berkelanjutan

Memang warga Desa Dataran Kempas telah menikmati hasil dari program-program ini. Namun, menurut Asbar, prosesnya tidak sesingkat itu.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X