Karya Dosen Unair, "E-Nose" Bisa Deteksi Dini Penyakit Gigi dan Bahan Makanan

Kompas.com - 04/10/2019, 21:43 WIB
Dr Suryani Dyah Astuti, MSi bersama Surya, salah satu mahasiswanya, sedang mendemonstrasikan kan E-Nose di Laboratorium Biofisika FST Unair Kampus C. Unair/Asthesia DheaDr Suryani Dyah Astuti, MSi bersama Surya, salah satu mahasiswanya, sedang mendemonstrasikan kan E-Nose di Laboratorium Biofisika FST Unair Kampus C.

KOMPAS.com – Selama ini cara untuk mendeteksi penyakit pada gigi dilakukan ketika sudah terasa sakit dan parah. Begitu juga untuk mengetahui pembusukan bahan makanan, yang dilakukan dengan hanya melihat secara kasat mata dan sentuhan yang kadang belum tentu benar.

Itulah yang membuat Suryani Dyah Astuti, dosen Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga ( Unair), bersama timnya, yaitu Anak Agung Surya Pradhana, dan bekerja sama dengan Kuwat Triyana dari Universitas Gadjah Mada ( UGM) mengembangkan Electronic Nose (E-Nose).

Alat itu merupakan perangkat untuk mendeteksi secara dini penyakit gigi dan mulut serta kualitas bahan makanan.

“Saat ini yang berkembang E-Nose itu di UGM dengan peneliti Dr Kuwat. Beliau bekerja sama dengan Mabes Polri untuk mendeteksi narkoba,” ucap Suryani dalam keterangan tertulis Unair, Rabu (2/10/2019).

Baca juga: 7 Manfaat Kunyit yang Diakui Penelitian Barat

Dia bersama Kuwat saling berbagi ilmu tentang potensi E-Nose mendeteksi dini penyakit. Mereka pun melanjutkan hasil diskusi dengan dokter gigi Prof. Ernie Maduratna Setiawatie yang merupakan dosen di Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unair dan juga seorang dokter gigi.

Diskusi itu untuk meningkatkan motivasi memperdalam dan menerapkan penggunaan sensor larik gas itu.

Menurut Prof. Ernie, pada umumnya selama ini pasien datang ke dokter dalam keadaan gigi sudah sakit. Itulah sebabnya diperlukan deteksi dini agar dapat dilakukan antisipasi.

Suryani menjelaskan, E-Nose merupakan suatu perangkat yang meniru cara kerja dari penciuman hidung manusia. Secara teknis, perangkat tersebut menggunakan sensor gas yang dapat memberikan respons terhadap aroma tertentu.

Kemudian, respons sinyal yang dihasilkan E-Nose terhadap aroma tertentu akan dianalisis menggunakan perangkat lunak pengenalan pola sehingga dapat dianalisis dan diidentifikasi.

Apabila dibandingkan dengan teknik analisis lainnya, seperti kromatografi gas, maka sistem hidung elektronik dapat dibangun dan bisa memberikan analisis sensitif dan selektif secara real time.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perkuat Wawasan Konstitusi, Untar Tuan Rumah Kompetisi Peradilan Semu

Perkuat Wawasan Konstitusi, Untar Tuan Rumah Kompetisi Peradilan Semu

Edukasi
Lulusan SMK hingga S1, Ini Jadwal Lengkap Seleksi CPNS Kemendikbud 2019

Lulusan SMK hingga S1, Ini Jadwal Lengkap Seleksi CPNS Kemendikbud 2019

Edukasi
CPNS 2019 Kemendikbud Cari Lulusan SMK hingga S1, Ini Jurusan Dibutuhkan

CPNS 2019 Kemendikbud Cari Lulusan SMK hingga S1, Ini Jurusan Dibutuhkan

Edukasi
Kemendikbud Buka Formasi CPNS 2019, Ini Unit Kerja serta Syarat yang Dibutuhkan

Kemendikbud Buka Formasi CPNS 2019, Ini Unit Kerja serta Syarat yang Dibutuhkan

Edukasi
Tidak Hanya Pintar, Ini 15 Universitas Terbaik dalam Pengabdian Masyarakat

Tidak Hanya Pintar, Ini 15 Universitas Terbaik dalam Pengabdian Masyarakat

Edukasi
Cerita Afni dan Perjalanannya Meraih Cita-Cita

Cerita Afni dan Perjalanannya Meraih Cita-Cita

BrandzView
Perkuat Kompetensi Guru Kreatif, Yayasan Pendidikan Astra Gelar Seminar STEM

Perkuat Kompetensi Guru Kreatif, Yayasan Pendidikan Astra Gelar Seminar STEM

Edukasi
Mengenal Prof Bambang Hero Saharjo, Penerima Penghargaan Internasional John Maddox

Mengenal Prof Bambang Hero Saharjo, Penerima Penghargaan Internasional John Maddox

Edukasi
Ini Dia Para Jawara 'IdeaNation 2019', dari Kampus Mana Saja?

Ini Dia Para Jawara "IdeaNation 2019", dari Kampus Mana Saja?

Edukasi
Sering Kehilangan Semangat Belajar? Coba Lakukan Hal Ini!

Sering Kehilangan Semangat Belajar? Coba Lakukan Hal Ini!

BrandzView
Kisah Ayah Inspiratif, dari Buruh Tani hingga Antar Anak Tiap Hari

Kisah Ayah Inspiratif, dari Buruh Tani hingga Antar Anak Tiap Hari

Edukasi
Upaya Menyandingkan 'Habibie Award' Jadi Sekelas 'Nobel'

Upaya Menyandingkan "Habibie Award" Jadi Sekelas "Nobel"

Edukasi
Wahai Mahasiswa yang Hobi Rebahan, Ini 7 Pekerjaan Sampingan Cocok Buat Kamu

Wahai Mahasiswa yang Hobi Rebahan, Ini 7 Pekerjaan Sampingan Cocok Buat Kamu

Edukasi
Berjasa Bidang Pengetahuan, Ini 5 Penerima 'Habibie Award 2019'

Berjasa Bidang Pengetahuan, Ini 5 Penerima "Habibie Award 2019"

Edukasi
Prof. Bambang Hero Saharjo Raih Penghargaan Internasional 'John Maddox Prize 2019'

Prof. Bambang Hero Saharjo Raih Penghargaan Internasional "John Maddox Prize 2019"

Edukasi
Close Ads X