Kompas.com - 09/10/2019, 20:40 WIB
Penyerahan sertifikat pada malam Apresiasi Penetapan Warisan Budaya Takbenda 2019 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (8/10/2019). Dok. KemendikbudPenyerahan sertifikat pada malam Apresiasi Penetapan Warisan Budaya Takbenda 2019 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (8/10/2019).

Ia menaruh harapan besar agar penetapan warisan budaya takbenda ini diikuti dengan rangkaian kebijakan pengelolaan sistematis oleh pemerintah daerah.

Mendagri juga menyarankan supaya segera diberikan perlindungan terhadap warisan budaya yang ada agar tidak punah ataupun diakui oleh bangsa lain.

"Kami minta kepada kepala daerah yang tadi warisan budayanya ditetapkan, kalau bisa segera dipatenkan," tutur Tjahjo.

Diperkenalkan ke sekolah

Sehubungan dengan itu, Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid menyambut baik arahan Mendagri. Menurut dia, sesuai Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan Pasal 37 dan 38, terdapat dua langkah pelindungan ekspresi budaya yang ada di masyarakat saat ini.

"Kalau sifatnya individual itu bisa langsung di-hak cipta-kan. Tetapi kalau itu kolektif, maka dilakukan penetapan," jelas Hilmar.

Setelah ditetapkan, pemerintah pusat berharap agar pemerintah daerah memberikan komitmen penyediaan sumber daya dalam rangka pelestarian, pengembangan, pembinaan, dan pemanfaatan WBTb. Hal itu mencerminkan pembangunan berkelanjutan berbasis kebudayaan.

Dia menuturkan, langkah paling konkret adalah membawa warisan budaya takbenda ini ke sekolah-sekolah untuk diintegrasikan dengan pendidikan sehingga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari setiap orang sedari dini.

"Ini menjadi bukti bahwa kebudayaan milik semua generasi, kebudayaan menjadi sumber kebahagiaan semua umur," tambah Hilmar.

5 domain rekomendasi

Sejak 2013 hingga 2019, Kemendikbud telah menetapkan 1.086 karya budaya sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Status Budaya Takbenda menjadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia diberikan berdasarkan rekomendasi tim ahli yang meliputi lima domain.

Hal itu sesuai dengan Konvensi UNESCO tahun 2003 tentang Safeguarding of Intangible Cultural Heritage yang sudah diratifikasi oleh Indonesia pada tahun 2007 melalui Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2007 tentang Pengesahan Convention for the Safeguarding of Intangible Cultural Heritage.

Kelima domain itu yakni 1) tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda; 2) seni pertunjukan; 3) adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan; 4) pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta; dan 5) kemahiran kerajinan tradisional.

Sebelumnya, tim sekretariat menerima usulan WBTb dari pemerintah daerah sebanyak 698 budaya takbenda. Kemudian, pada tanggal 13-16 Agustus 2019 dalam Sidang Penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia yang turut dihadiri oleh dinas bidang kebudayaan dari 31 provinsi menyepakati 267 karya budaya ditetapkan sebagai WBTb tahun 2019.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.