Mendorong Semangat Pluralisme lewat Pekan Keterampilan dan Seni

Kompas.com - 11/10/2019, 20:43 WIB
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat membuka Pentas PAI di Asrama Haji Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Kamis (10/10/2019). DOK. KEMENAGMenteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat membuka Pentas PAI di Asrama Haji Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Kamis (10/10/2019).

KOMPAS.com - Paparan radikalisme di kalangan generasi milenial menjadi fenomena yang meresahkan. Meski Generasi yang lahir sejak pertengahan 1990-an sampai pertengahan 2000-an merupakan pengguna gadget dan berbagai wahana informasi yang cepat namun mereka belum dibekali dengan kemapanan psikis dan spiritual.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengingatkan bahaya radikalisme yang merasuki generasi muda oleh disinformasi ajaran agama dan hoaks melalui platform smart phone dan wahana berteknologi lainnya.

"Pemahaman agama anak-anak kita sekarang adalah tanggungjawab kita semua, bukan hanya Kementerian Agama," kata Menag saat membuka Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Kamis (10/10/2019).

Moderat dalam beragama

Pentas PAI merupakan wahana kompetisi kesenian islami antar peserta didik dari jenjang SD, SMP hingga SMA/SMK.

Baca juga: Tangkal Hoaks dan Radikalisme di Generasi Z, Kemenag Gelar Pentas PAI

Ada 10 cabang perlombaan yang akan dipertandingkan yaitu : (1) Musabaqah Tilawatil Qur’an, (2) Pidato, (3) Musabaqoh Hifdzil Qur’an, (4) Cerdas Cermat, (5) Kaligrafi, (6) Nasyid, (7) Debat PAI, (9) Kreasi Busana, (10) Penulisan Cerita Remaja Islami, dan Lomba Karya Ilmiah Remaja.

Pemahaman agama di kalangan generasi milenial, lanjut Menag, harus dijaga dengan berbagai varian kegiatan, termasuk pentas seni Islami ini.

Generasi milenial harus memiliki pola pikir dan sikap moderat dalam beragama. "Kami selalu mengembangkan pendekatan pembelajaran agama yang berbasis pemikiran kritis dan memiliki kelenturan intelektual," katanya.

Radikalisme di kalangan generasi Z menurut survey mencapai 38 persen. Untuk itu sesuatu yang kongkrit harus dilakukan untuk membendung laju radikalisme kaum muda.

Di sekolah-sekolah terdapat kegiatan kerohanian Islam di sekolah. Namun pada beberapa kasus, kegiatan Rohis malah menjadi pintu masuk radikalisme dan pemahaman agama sempit.

Disain kegiatan Pentas PAI adalah internalisasi nilai-nilai ajaran Islam sehari-hari dalam bentuk lomba. Ide-ide pluralisme akan masuk dalam tema-tema perlombaan seperti dalam lomba pidato, debat, nasyid, dan cerdas cermat.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X